Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

DPRD Jatim Desak Gubernur Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi Petani Segera

TheJatim.com – Kelangkaan pupuk bersubsidi yang terus berulang setiap tahun kembali menuai sorotan. Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Multazamudz Dzikri, menegaskan persoalan ini tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut keberlangsungan sektor pertanian dan kesejahteraan para petani.

“Saya sering mendapat keluhan langsung dari petani terkait pupuk. Mereka kerap mengeluh karena sulit mendapatkan pupuk dan harganya pun semakin mahal,” ujar Multazamudz, Senin (29/9/2025).

Politisi PKB yang akrab disapa Azam itu menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat indikasi kuat adanya penyimpangan dalam distribusi pupuk bersubsidi. Kondisi ini dinilai sangat merugikan petani bahkan berpotensi menjadi tindak pidana.

Baca Juga:  Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Akhiri Konsolidasi PAC Se-Jatim di Lumajang

“Tidak sedikit distributor nakal ditemukan. Akibatnya terjadi ketidaksesuaian data petani, luas lahan, dan jumlah pupuk yang disalurkan. Ini berpotensi pidana!” tegasnya.

Azam mendorong Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk segera mengambil langkah tegas. Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh membiarkan masalah pupuk berlarut-larut karena dampaknya langsung dirasakan petani.

“Gubernur tidak boleh diam. Masalah pupuk ini sudah berlangsung lama dan belum juga ada solusi tuntas,” katanya.

Baca Juga:  Khofifah Resmi Dilantik Sebagai Ketua Dewan Penasehat HKTI Jatim, Bertekad Wujudkan Smart Village dan Manfaatkan Teknologi Pertanian untuk Tingkatkan Produktivitas

Ia juga menyinggung terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Regulasi ini membuka peluang bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk ikut menjadi penyalur pupuk subsidi sehingga memperkecil celah permainan dalam distribusi.

“Dalam pasal 12 poin d disebutkan, penyaluran bisa melalui koperasi. Artinya KDMP bisa menjadi penyalur resmi pupuk subsidi,” jelasnya.

Baca Juga:  Ansor Jawa Timur Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Tangerang

Azam berharap Gubernur Khofifah dapat memfasilitasi kebijakan ini agar distribusi pupuk benar-benar sampai ke petani yang berhak. “Negara harus hadir memastikan ketersediaan pupuk, distribusinya bisa dipantau, dan tepat sasaran,” tandasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa penyediaan pupuk bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah memuliakan petani. “Kunci mewujudkan swasembada pangan adalah dengan memuliakan petani, salah satunya melalui kemudahan mendapatkan pupuk subsidi,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT