TheJatim.com – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-46 PMII Jember menetapkan dua sosok baru untuk memimpin organisasi pada periode 2025–2026. Fatmawati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kopri PC PMII Jember, sementara M. Taufiqur Rahman dipercaya sebagai Ketua Umum PC PMII Jember.
Pemilihan berlangsung di Aula Gedung IKA PMII Jember pada Jumat (28/11/2025). Seluruh peserta konferensi sepakat menetapkan Fatmawati sebagai ketua tanpa ada calon lain yang diajukan. Dukungan itu membuat forum langsung menyepakati kepemimpinannya.
Dalam sambutannya, Fatma menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang menjaga dinamika forum tetap kondusif. Ia menyebut kepercayaan ini menjadi dorongan baginya untuk membawa Kopri Jember tetap inklusif dan relevan dengan isu-isu perempuan.
Fatma menegaskan bahwa kepemimpinan tidak bisa dijalankan seorang diri. Ia menilai setiap langkah organisasi membutuhkan kolaborasi yang solid. “Tanpa kerja bersama, gagasan yang saya susun tidak akan berarti. Saya berkomitmen menjalankan amanah ini demi kemajuan Kopri Jember,” ujarnya.
Ia juga berjanji terus memperjuangkan ruang aman bagi kader perempuan agar dapat tumbuh dan bergerak setara sesuai tagline organisasi.
Di forum yang sama, M. Taufiqur Rahman resmi terpilih sebagai Ketua Umum PC PMII Jember. Ia menekankan bahwa Konfercab menjadi momentum awal untuk memperkuat sinergi antar lembaga dan kader. Menurutnya, program organisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus berdampak langsung pada kebutuhan kader.
“Program cabang harus lebih masif dan menyentuh kebutuhan kader yang berkembang. Semua kegiatan harus fokus pada substansi dan kualitas kaderisasi,” terang Taufiq.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Jember itu juga menggarisbawahi pentingnya advokasi sebagai ruang belajar kader. Ia berharap advokasi dijalankan secara berkelanjutan agar setiap kader memiliki rasa memiliki terhadap PMII.
Menutup sambutan, Taufiq mengingatkan pentingnya nilai keagamaan yang menjadi identitas gerakan. Ia kembali menyampaikan pesan yang selalu dipegangnya, “Jadikan PMII sebagai pesantren sosialmu. Ber-PMII hanya untuk ngaji dan ngabdi.”



