Minggu, 30 November 2025
Image Slider

Video Viral Personel Main Game Dibantah Pemkot Surabaya: Bukan ASN Resmi

TheJatim.com – Pemerintah Kota Surabaya merespons munculnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang personel bermain game di lobi Balai Kota. Setelah ditelusuri, rekaman tersebut merupakan video lama dan sosok yang tampil dalam video bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya.

Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa video yang beredar kembali itu direkam pada awal 2024. Ia menegaskan bahwa konten tersebut tidak merepresentasikan kondisi saat ini.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Dua Kawasan

“Video tersebut adalah rekaman lama yang diambil pada sekitar awal tahun 2024,” ujar Fikser, Sabtu (29/11/2025).

Fikser menambahkan, personel yang terlihat bermain game sudah langsung ditegur saat kejadian berlangsung. Video itu pun sebenarnya telah dihapus oleh pihak yang mengunggahnya ketika pertama kali beredar. Ia menyebutkan, beberapa elemen visual dalam rekaman juga menunjukkan bahwa video tersebut dibuat sebelum renovasi latar Balai Kota yang kini memiliki tulisan aksara Jawa.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran RAPBD 2026, Proyek Jalan dan RS Ditunda

Lebih lanjut, Fikser menegaskan bahwa individu dalam video bukan ASN. Ia adalah petugas yang sempat diperbantukan untuk menjaga objek vital dan saat ini tidak lagi bertugas di Balai Kota.

“Personel itu bukan ASN Pemkot Surabaya, melainkan petugas yang diperbantukan. Saat ini yang bersangkutan sudah tidak bekerja di Balai Kota,” jelasnya.

Terkait munculnya kembali video lama tanpa penjelasan waktu dan konteks, Fikser mengingatkan bahwa akun-akun yang menayangkannya dapat diproses secara hukum. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mempercayai konten viral tanpa memeriksa kebenarannya.

Baca Juga:  Hari Tani 2025, GMNI Surabaya Tekankan Pentingnya Kedaulatan Pangan

“Akun yang mengunggah ulang video tersebut bisa dipermasalahkan secara hukum, karena tidak memberi keterangan waktu pengambilan maupun keliru mengidentifikasi status personel. Hal seperti ini bisa memunculkan opini liar tentang Balai Kota Surabaya,” tegasnya.

Pemkot berharap masyarakat semakin bijak dalam menyikapi video viral agar tidak terpengaruh isu yang menyesatkan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT