Jumat, 30 Januari 2026
Image Slider

Surabaya Raih Tiga Puluh Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025

TheJatim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mencatat pencapaian besar di tingkat nasional. Pada 2025, Surabaya berhasil membawa pulang 30 penghargaan Adiwiyata, terdiri dari delapan sekolah Adiwiyata Mandiri dan 22 sekolah Adiwiyata Nasional. Jumlah ini menempatkan Surabaya sebagai kota dengan raihan terbanyak se-Indonesia.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, pada acara penganugerahan di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 11 Desember 2025. Hadir pula jajaran Pemkot Surabaya, di antaranya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bunda Guru Kota Surabaya Rini Indriyani, Kepala Dispendik Yusuf Masruh, Kepala DLH Dedik Irianto, serta para kepala sekolah penerima penghargaan.

Wali Kota Eri menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh sekolah yang mampu menjaga budaya peduli lingkungan, khususnya dalam hal kebiasaan memilah sampah. Ia menekankan bahwa kebiasaan tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik.

Baca Juga:  Jaminan Kesehatan Penyandang Disabilitas Jadi Perhatian Serius PDIP Surabaya

“Capaian ini lahir dari rutinitas sederhana yang terus dijalankan sekolah setiap hari. Budaya memilah sampah sudah menjadi kebiasaan bersama, dan itu yang membuat Surabaya terus melaju,” ujarnya.

Menurut Eri, penghargaan Adiwiyata bukan sekadar gelar, melainkan proses pendidikan karakter yang membentuk anak sejak dini. Ia menggambarkan karakter anak sebagai sesuatu yang masih lentur dan mudah diarahkan, berbeda dengan orang dewasa yang sudah terbiasa dengan pola pikir lama.

Karena itu, Eri meminta Dispendik Surabaya menyusun langkah terukur agar seluruh jenjang pendidikan mulai TK hingga SMP bisa meraih predikat Adiwiyata pada 2026. Baginya, disiplin memilah sampah harus menjadi ciri khas setiap sekolah di Surabaya.

Baca Juga:  DPRD Desak Pemkot Surabaya Serius Atasi Krisis Kekurangan Guru

“Kalau kebiasaan baik ini terus dirawat, anak-anak kita kelak tidak lagi membuang kasur ke sungai atau sampah ke selokan. Artinya, karakter bersih itu sudah tertanam,” tegasnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada para guru agar tidak lelah menanamkan nilai-nilai kebersihan dalam keseharian siswa. Menurutnya, perubahan Surabaya dimulai dari ruang-ruang kelas.

“Dengan semangat gotong royong dan keyakinan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, saya optimis 2026 kita bisa bergerak bersama menciptakan perubahan yang nyata,” tutup Eri.

Adapun penerima Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2025 meliputi:

Baca Juga:  Bupati Bantul Pelajari Teknologi PSEL Benowo, Surabaya Jadi Kota Percontohan

SDN Kebonsari 1, SDN Dukuh Menanggal 1/424, SDN Sememi 1, SDN Karah 1, SMPN 35 Surabaya, SMPN 2 Surabaya, SMPN 44 Surabaya, dan SMPN 43 Surabaya.

Sementara penerima Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 adalah:

SDN Ngagel Rejo 1/396, SDN Lidah Kulon 1/464, SDN Ketabang 1/288, SDN Margorejo VI, SDN Lidah Kulon IV/467, SDN Dukuh Kupang 2/489, SDN Wonokusumo V/44, SDN Dr. Soetomo V/327, SDN Pacarkeling V/186, SDN Sumberejo II, SDN Lidah Kulon III/466, SDN Simokerto VI/139, SDN Asemrowo, SD Santa Maria, SDN Pacarkeling 1/182, SDN Ujung IX/34, SDN Pacarkembang I/192, SMPN 57 Surabaya, SMPN 61 Surabaya, SMPN 49 Surabaya, SMPN 14 Surabaya, dan SMPN 60 Surabaya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT