Jumat, 30 Januari 2026
Image Slider

Pertumbuhan Ekonomi Surabaya 2025 Capai 5,76 Persen

TheJatim.com – Menutup tahun 2025, Kota Surabaya mencatatkan kinerja ekonomi yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 5,76 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan Jawa Timur maupun nasional.

Capaian tersebut tidak lepas dari strategi pembangunan ekonomi kerakyatan yang dipadukan dengan digitalisasi dan penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pemerintah Kota Surabaya menempatkan peran warga dan pelaku usaha lokal sebagai penggerak utama roda ekonomi.

Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui Surabaya Great Expo (SGE) 2025. Pada penyelenggaraan ke-14, pameran ini mengusung konsep integrasi produk UMKM dengan pelayanan publik. Pemkot Surabaya hadir sebagai fasilitator yang mempermudah pelaku usaha mengakses perizinan hingga promosi produk.

Hasilnya, transaksi selama SGE 2025 menembus angka lebih dari Rp6 miliar. Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap produk lokal Surabaya.

Baca Juga:  HUT Ke-53 PDIP Surabaya Dirayakan Tumpengan di Pesarean Pengging

“SGE bukan hanya pameran, tetapi ruang penguatan ekonomi daerah. Masyarakat bisa berbelanja produk UMKM sekaligus mengurus perizinan dan konsultasi usaha dalam satu tempat,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (23/12/2025).

Transformasi digital juga menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi Surabaya. Pada Desember 2025, Pemkot meluncurkan aplikasi Si-Boyo sebagai platform digital bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih. Aplikasi ini menyediakan lapak digital UMKM yang didukung ekosistem warga sekitar sebagai kurir, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat lokal.

Aplikasi Si-Boyo saat ini tengah diintegrasikan ke 153 kelurahan di seluruh Surabaya. Wali Kota Eri menilai inovasi ini sebagai wujud nyata ekonomi berkeadilan berbasis gotong royong.

Baca Juga:  TACB Sebut Bangunan Darmo 30 Tak Masuk Cagar Budaya Surabaya

“Ekonomi kerakyatan harus dibangun bersama. Digitalisasi tidak boleh meninggalkan warga kecil, UMKM, dan ibu rumah tangga yang ingin mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Peran perempuan juga memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Surabaya. Melalui program Gebyar Wirausaha Perempuan bertema Perempuan Berdaya Surabaya Sejahtera, Pemkot memberikan pendampingan usaha, klinik bisnis, hingga fasilitasi sertifikasi halal gratis. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 10 ribu wirausahawan baru muncul, mayoritas berasal dari sektor ekonomi domestik.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemkot Surabaya menggelar Surabaya Shopping Festival pada Mei 2025 dan Surabaya Holiday Super Sale pada Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan belasan pusat perbelanjaan dan ribuan tenant dengan diskon hingga 80 persen, sekaligus menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Baca Juga:  Tahun 2026, Surabaya Biayai 24.000 Mahasiswa Lewat Beasiswa

Di sisi lain, stabilitas harga tetap dijaga melalui koordinasi lintas sektor dalam High Level Meeting bersama Satgas Pangan, TPID, TP2DD, TP2ED, dan TPAKD. Fokus utama diarahkan pada pengendalian inflasi dan peningkatan akses keuangan bagi pedagang.

Menutup tahun 2025, indikator ekonomi Surabaya menunjukkan hasil positif. Angka kemiskinan turun menjadi 3,56 persen, kemiskinan ekstrem tercatat nol jiwa, dan Indeks Pembangunan Manusia mencapai 85,6 persen tertinggi di Jawa Timur. Kontribusi BUMD juga signifikan dengan dividen sebesar Rp204,6 miliar ke kas daerah.

Dengan potensi ekonomi bruto yang diperkirakan menembus Rp700 triliun, Wali Kota Eri optimistis pertumbuhan ekonomi Surabaya pada 2026 dapat melampaui 6 persen, seiring peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sinergi lintas sektor.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT