Jumat, 30 Januari 2026
Image Slider

UNAIR Kenalkan Coding dan AI kepada Guru MAN 4 Banyuwangi

TheJatim.com – Menyambut rencana penerapan mata pelajaran coding dalam kurikulum nasional, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil peran aktif mendampingi guru-guru MAN 4 Banyuwangi. Upaya ini dilakukan melalui Workshop Coding dan Olah Data yang digelar di Aula Mewangi MAN 4 Banyuwangi, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 tenaga pendidik yang ingin mempersiapkan diri menghadapi tuntutan pembelajaran berbasis teknologi. Workshop ini menjadi bagian dari program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 UNAIR yang tengah menjalani pengabdian di Desa Kesilir, Banyuwangi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 4 Banyuwangi, Indah Murniasih, menegaskan bahwa kesiapan guru menjadi faktor utama sebelum materi coding benar-benar diterapkan di kelas. Menurutnya, guru perlu memahami dasar-dasar terlebih dahulu agar proses belajar mengajar berjalan efektif.

Baca Juga:  Cipayung Plus Jatim Minta Masyarakat Bijak Menyikapi Isu Nasional

“Rencana masuknya coding ke kurikulum sudah disampaikan. Guru harus siap lebih awal. Tidak mungkin mengajarkan sesuatu yang belum dipahami,” ujarnya, kepada The Jatim, Selasa (27/1/2016).

Selama kurang lebih tiga jam, para peserta mendapatkan materi pengenalan Google Colab serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung administrasi sekolah. Sesi praktik menjadi bagian paling menantang sekaligus menarik, terutama saat guru diminta mengolah data nilai siswa menggunakan kode sederhana.

Sejumlah guru senior sempat mengalami kesulitan ketika muncul error pada layar laptop. Namun, situasi tersebut justru mencair berkat pendampingan langsung mahasiswa BBK 7 UNAIR yang sigap membantu satu per satu peserta.

Baca Juga:  Kinerja BUMD Dinilai Belum Maksimal, DPRD Jatim Desak Evaluasi

“Kesalahan kecil saja bisa membuat kode tidak berjalan. Tapi mahasiswa dengan sabar membimbing sampai data bisa diolah,” ungkap salah satu peserta.

Pemateri dari Program Studi Teknologi Sains Data UNAIR, Diah Asti Sawitri, menjelaskan bahwa penguasaan coding dan AI bertujuan mempermudah pekerjaan guru, bukan menambah beban. Ia mencontohkan bagaimana teknologi dapat mempercepat pengolahan data nilai maupun absensi siswa.

“Dengan bantuan AI dan coding sederhana, ribuan data bisa diolah dalam hitungan detik. Ini soal efisiensi,” jelasnya.

Selain pelatihan, para guru juga dibekali modul digital berupa notebook koding agar materi dapat dipelajari ulang secara mandiri. Langkah ini diharapkan membuat transfer pengetahuan tidak berhenti saat kegiatan selesai.

Baca Juga:  Adhy Karyono: Program Gubernur Jatim Tak Terganggu Penurunan TKD 2026

Kepala MAN 4 Banyuwangi, Imam Syafii, mengapresiasi pendekatan mahasiswa UNAIR yang mampu menyederhanakan materi teknis sehingga mudah dipahami para guru.

“Kami sangat terbantu. Materi yang awalnya terasa rumit ternyata bisa dipelajari dengan nyaman. Kesabaran mahasiswa menjadi nilai lebih dari kegiatan ini,” katanya.

Melalui workshop tersebut, guru MAN 4 Banyuwangi diharapkan memiliki kepercayaan diri dan bekal awal untuk menghadapi era pendidikan digital, seiring penerapan kurikulum baru yang semakin menuntut literasi teknologi.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT