TheJatim.com – Kabar wafatnya Ketua DPRD Surabaya sekaligus mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono, membawa duka bagi banyak kalangan. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menyampaikan belasungkawa dan mengenang almarhum sebagai pejuang politik yang berkomitmen menjaga demokrasi di Kota Pahlawan.
Cahyo menyampaikan pernyataan tersebut usai menghadiri pemakaman almarhum di TPU Keputih, Kamis (12/2/2026). Ia menilai Adi Sutarwiyono, yang akrab disapa Mas Awi, sebagai salah satu tokoh politik terbaik yang dimiliki Surabaya.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Partai Gerindra Kota Surabaya, kami turut berdukacita sedalam-dalamnya. Beliau adalah pejuang politik yang luar biasa bagi Kota Surabaya,” ujar Cahyo.
Sebagai sesama pimpinan partai di tingkat kota, Cahyo mengaku kerap berada dalam ruang politik yang sama dengan almarhum. Dalam berbagai momentum pesta demokrasi, keduanya tidak jarang memiliki pandangan yang berbeda. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut justru memperlihatkan kedewasaan Adi dalam berpolitik.
Ia menegaskan bahwa almarhum selalu menempatkan perbedaan pendapat sebagai bagian dari kekayaan demokrasi. Sikap itu dinilai menjadi teladan di tengah dinamika politik yang kerap memanas, terutama saat kontestasi pemilu dan pembahasan kebijakan publik di DPRD.
“Perbedaan pandangan tidak pernah menjadi penghalang untuk menjaga persatuan. Beliau selalu merawat kebersamaan dan menghormati proses demokrasi,” tuturnya.
Secara pribadi, Cahyo mengaku kehilangan rekan diskusi yang memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Meski berasal dari partai berbeda, ia menilai tujuan perjuangan keduanya tetap sama, yakni memperjuangkan aspirasi warga Surabaya.
Kepergian Adi Sutarwijono juga meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan politik Kota Surabaya. Selain menjabat Ketua DPRD Surabaya, almarhum dikenal aktif dalam berbagai agenda pembangunan daerah dan penguatan fungsi legislatif sebagai mitra kritis pemerintah kota.
Cahyo berharap semangat demokrasi yang selama ini dijaga almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus di parlemen. Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberi kekuatan menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.
Kepergian Adi Sutarwijono menjadi pengingat bahwa dinamika politik sejatinya tidak memutuskan persaudaraan. Di atas perbedaan partai, ada komitmen bersama untuk kepentingan masyarakat dan masa depan Surabaya.



