Senin, Juli 22, 2024

Commonseas dan Muslimat Edukasi Ancaman Popok Bayi Sekali Pakai

Surabaya – Common Seas bersama Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PC Muslimat NU) Kota Surabaya, edukasi dampak polusi plastik terutama popok bayi yang mengancam ketahanan pangan, kesehatan kehidupan laut dan kesejahteraan masyarakat tepi laut.

Acara edukasi yang disertai dengan penandatanganan nota kesepahaman, antara PC Muslimat NU Surabaya, Common Seas dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste. Digelar di Gedung Muslimat NU Surabaya, Jl. A. Yani.

Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Dra. Hj. Lilik Fadhilah, MPd.I menyatakan, PC Muslimat NU Surabaya sangat beruntung bisa menjadi salah satu yang dipercayai oleh Common Seas di Jawa Timur.

“Polusi plastik adalah ancaman besar bagi lingkungan dan kesejahteraan kita di Surabaya. Kami sangat bangga menjadi tuan rumah inisiatif Common Seas di Kota kami,” ujarnya, saat sambutan, Rabu (1/12/2021).

Ia juga menyebutkan, bahwa edukasi mengenai polusi atau sampah plastik dari Common Seas sangat penting dan sesuai ajaran Islam. Tentunya bisa diterima manfaatnya untuk masyarakat Surabaya, dan kader Muslimat NU pada khususnya.

Baca Juga:  Prabowo di Pangandaran: Ingatkan Ancaman Sampah Plastik

“Tentunya menjaga kebersihan adalah ajaran Islam, yakni Kebersihan adalah Sebagian dari Iman, yang artinya menjaga kebersihan merupakan bukti atau buah keimanan seorang muslim,” jelasnya.

Saat di Gedung Muslimat NU Surabaya, terdapat kader Muslimat sedang menjahit popok bayi dengan bahan dari kain. “Kami telah merasakan manfaat dari proyek ini khususnya anggota-anggota kami yaitu ibu-ibu sebagai produsen,” ujarnya.

Lilik Fadhilah sangat optimis bisa mengentaskan polusi plastik di Kota Surabaya. “Saya optimistis bahwa kita dapat berhasil mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh polusi plastik terhadap masa depan kota kita,” pungkasnya.

Sementara itu, COO Common Seas Indonesia, Celia Siura menyampaikan, keadaan Sungai Brantas yang menjadi sumber kehidupan Jawa Timur, saat ini dipenuhi polusi dan sampah, terutama plastik.

Ia menyampaikan, harus ada solusi dari permasalahan polusi dan sampah di Sungai Brantas. “Popok sekali pakai adalah barang yang sering saya temukan di sungai Brantas. Diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut,” jelasnya

Baca Juga:  Prabowo di Pangandaran: Ingatkan Ancaman Sampah Plastik

“Kita semua bergantung pada sungai untuk kehidupan kita, jadi ada banyak permintaan untuk membuat segalanya lebih baik. Saya bangga menjadi bagian dari Common Seas Indonesia,” imbuhnya.

Ia mengatakan, akan berusaha maksimal untuk mewujudkan Sungai Brantas bersih dari polusi dan sampah. “Saya akan berusaha sebaik mungkin agar kami dapat memberikan dampak positif untuk sungai Brantas dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mengapresiasi Common Seas. Menurutnya, atas kerja Common Seas sangat mengesankan untuk mengatasi polusi plastik bersama dengan masyarakat setempat.

“Terutama untuk menjaga Indonesia tetap indah dan melindungi kehidupan laut kita. Proyek-proyek mereka juga meningkatkan mata pencaharian di Jawa Timur ini merupakan solusi yang menguntungkan semua pihak, bagi kehidupan manusia dan laut,” ujarnya, saat sambutan dengan bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh mc acara.

Ia juga mengatakan, sangat senang bisa bekerja sama dengan Gubernur Jawa Timur untuk mewujudkan perubahan yang nyata. “Inggris memanfaatkan jaringan kami untuk menyediakan keuangan, mempromosikan solusi yang efektif, dan menawarkan dukungan strategis untuk mengimplementasikannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Prabowo di Pangandaran: Ingatkan Ancaman Sampah Plastik

Owen berharap, bersama Muslimat NU dan Common Seas, bisa mewujudkan aliran sungai di Indonesia aman bagi kehidupan. “Bersama-sama kita dapat mengakhiri polusi popok sekali pakai di provinsi-provinsi di seluruh Indonesia, dan membuat sungai kita aman bagi manusia dan kehidupan laut,” pungkasnya.

Diketahui, Common Seas adalah perusahaan sosial yang menangani krisis polusi plastik dengan mendorong kebijakan baru, berinvestasi dalam ekonomi sirkular, dan mengkatalisasi perubahan budaya dalam cara kita membuat, menggunakan, dan membuang plastik. Misinya adalah mengurangi jumlah plastik yang diproduksi dan menghentikannya mencemari sungai dan laut kita secara cepat dan signifikan.

Selanjutnya, Common Seas yang berkantor pusat di Inggris dengan tim di Indonesia, Maladewa, Yunani. Common Seas Indonesia terdiri dari 13 orang dan berkantor pusat di Surabaya, dengan operasi di sekitar Brantas dan di Jember.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Populer
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terkait
ADVERTISEMENT