Selasa, 3 Februari 2026
Image Slider

Hujan Deras Robohkan Reklame, DPRD Surabaya Soroti Standar Keselamatan

TheJatim.com – Reklame patah di Jalan Tidar, Surabaya, saat hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (3/2/2026) sore, menjadi sorotan serius. Hingga malam hari, struktur reklame yang menggantung itu belum ditangani karena dinilai masih berisiko, sementara posisinya membahayakan warga dan pengguna jalan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menilai kejadian ini sebagai peringatan keras atas lemahnya pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik. Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, meminta penanganan cepat sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap reklame yang diduga tidak memenuhi standar keselamatan.

Saifuddin menegaskan bahwa kondisi reklame tersebut berpotensi mencelakai masyarakat. Ia mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya untuk segera mengambil langkah pengamanan.

Baca Juga:  Abdul Malik Apresiasi Sekolah Panah Bersinar Cegah Narkoba Sejak Dini

“Saya meminta kepada BPBD untuk segera membereskan reklame ini. Karena hal ini sangat membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas warga yang melintas di kawasan tersebut,” ujarnya.

Politisi Muda Partai Demokrat itu juga mendorong instansi terkait melakukan audit terhadap seluruh reklame di Surabaya yang tidak sesuai standar operasional prosedur dan ketentuan perundang-undangan. Menurutnya, ketegasan menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Jika terbukti lalai atau disengaja, izinnya harus dicabut. Keselamatan warga tidak boleh dikompromikan,” kata alumni aktivis PMII itu.

Baca Juga:  SPM Merah Putih dan DPRD Bahas Gerakan Rakyat Pasca Agustus 2025

Isu reklame bermasalah di Surabaya bukan kali pertama mencuat. Berdasarkan sejumlah laporan media dan data pemerintah kota, dalam beberapa tahun terakhir ditemukan puluhan reklame yang melanggar izin, mulai dari konstruksi tidak laik hingga pajak yang belum diselesaikan. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama saat cuaca ekstrem.

Sementara itu, Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa penanganan langsung pada malam hari belum memungkinkan. Petugas memilih memasang garis perimeter untuk mencegah warga melintas di area berbahaya.

“Kondisinya masih terlalu rawan ditangani malam ini karena bisa membahayakan petugas. Rencananya besok pagi akan kami tangani,” jelasnya.

Baca Juga:  Cegah Praktik Maksiat, Wali Kota Surabaya Kumpulkan GM Hotel

Pantauan di lokasi menunjukkan rangka reklame menggantung di atas sebuah gedung, tepat di bawahnya terdapat gang kecil yang biasa digunakan warga sebagai akses harian. Situasi ini membuat sebagian pengguna jalan memilih memutar arah demi menghindari risiko tertimpa rangka reklame.

DPRD Surabaya menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam penataan kota. Penertiban dan evaluasi reklame diharapkan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga menjadi langkah preventif agar ruang publik Surabaya lebih aman dan nyaman.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT