Minggu, 19 April 2026
Image Slider

HUT Surabaya Ke 733, PGI Gelar Turnamen Golf Prestisius

TheJatim.com – Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tidak sekadar seremoni. Di balik itu, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Surabaya menyiapkan langkah konkret, yakni menggelar turnamen Walikota Surabaya Cup 2026 sebagai mesin pembinaan atlet muda.

Turnamen bertema From Hero to Champion ini dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Mei 2026. Kategori junior akan digelar di Bukit Darmo Golf, sementara kategori amatir berlangsung di Ciputra Golf Club Surabaya. Agenda ini menjadi bagian dari tradisi tahunan cabang olahraga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya.

Ketua PGI Surabaya, Syamanta Novan, menegaskan turnamen ini bukan sekadar kompetisi seremonial. Ada target yang lebih dalam, membentuk karakter dan mental bertanding atlet sejak usia dini.

Baca Juga:  Komisi C DPRD Surabaya Ingatkan Pemkot Tangani Drainase Secara Serius

“Ini bukan hanya lomba. Ini ruang latihan mental. Kami ingin atlet Surabaya terbiasa menghadapi tekanan pertandingan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

PGI Surabaya saat ini memang tengah memperkuat fondasi pembinaan atlet, khususnya menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Pola latihan rutin, sparring, hingga kompetisi berjenjang disiapkan agar atlet tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang secara psikologis.

Langkah ini cukup beralasan. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pembinaan olahraga di daerah menunjukkan bahwa jam terbang menjadi faktor penentu prestasi. Atlet yang terbiasa bertanding cenderung lebih stabil saat menghadapi kompetisi besar.

Baca Juga:  Eri Pasang CCTV, Ajak Pengusaha Surabaya Bangun Kepercayaan Lewat Kejujuran Bayar Pajak

Turnamen ini juga dibuka secara nasional. Peserta dari berbagai daerah di Indonesia diundang untuk ikut ambil bagian. Skema ini sengaja dirancang agar terjadi pertukaran pengalaman antar atlet, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas di kalangan pegolf muda.

“Kalau hanya bertanding di lingkup lokal, progresnya lambat. Kami butuh lawan dari luar agar kualitas atlet meningkat,” tambahnya.

Dari sisi ekonomi olahraga, event seperti ini juga membawa efek berantai. Kehadiran atlet dan ofisial dari luar daerah diperkirakan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM lokal. Ini selaras dengan upaya Pemerintah Kota Surabaya menjadikan sport tourism sebagai salah satu penggerak ekonomi baru.

Baca Juga:  HUT ke-5 Bawaslu Kabupaten dan Kota diwarnai kekosongan jabatan, POSNu Surabaya angkat bicara

PGI Surabaya juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari sponsor hingga komunitas olahraga. Tujuannya, memastikan keberlanjutan program pembinaan atlet berjalan konsisten, tidak berhenti di satu event saja.

Dengan pendekatan ini, Walikota Surabaya Cup 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk melahirkan atlet yang siap bersaing di level nasional hingga internasional.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT