TheJatim.com – DPC GMNI Surabaya angkat suara setelah beredarnya video seorang oknum ASN Pemkot Surabaya yang tampak bermain judi online saat bekerja. Meski pihak Pemkot menjelaskan bahwa video tersebut merupakan rekaman lama dan pegawai bersangkutan sudah tidak lagi bertugas di Balai Kota, organisasi mahasiswa itu menilai kejadian ini tetap menjadi pukulan bagi citra pemerintahan kota.
Ketua DPC GMNI Surabaya, Alfito Rafif Amanda, menyebut tindakan tersebut mencederai nama baik Pemkot Surabaya sebagai lembaga publik yang seharusnya menjadi teladan. Ia meminta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mengecam segala tindakan yang mencederai marwah Pemerintah Kota Surabaya. Meski video itu lama dan sudah diklarifikasi, kami menuntut Wali Kota untuk melakukan sidak ke seluruh pegawai agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Alfito, Minggu (30/11/2025).
GMNI menilai insiden ini semestinya menjadi titik evaluasi menyeluruh pada kedisiplinan ASN di lingkungan Pemkot Surabaya. Menurut Alfito, pengawasan internal tidak boleh longgar karena menyangkut mutu pelayanan publik dan integritas pemerintahan.
“Kami ingin yang terbaik untuk kota ini. Karena itu, kami mendesak agar Wali Kota membuka dialog terbuka bersama masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memastikan kedisiplinan pegawai tetap terjaga,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa roda pemerintahan harus berpegang pada Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Setiap pelanggaran etika maupun disiplin ASN, kata Alfito, perlu ditindak tegas agar kepercayaan publik tidak runtuh.
GMNI Surabaya berharap kejadian ini tidak hanya menjadi polemik viral yang hilang begitu saja, tetapi menjadi langkah awal pembenahan internal di Pemkot Surabaya.
“Pelanggaran seperti ini harus ditindak tegas tanpa memandang siapa pun,” pungkas Alfito.



