The Jatim, Pasuruan – Dalam upaya mempererat kohesi sosial di tingkat akar rumput, Anggota MPR RI menggelar agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang mempertemukan tiga elemen kunci masyarakat: tokoh agama, generasi muda, dan warga setempat. Kegiatan ini mengusung tema besar “Moderasi Beragama dan Semangat Pemuda: Kolaborasi Menjaga Keutuhan NKRI”
Pertemuan yang berlangsung hangat ini bertujuan untuk menyinergikan peran tokoh agama sebagai pengayom spiritual dan pemuda sebagai penggerak perubahan dalam menjaga pilar-pilar bernegara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (9/2/2026) yang bertempat di Aula Graha Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Dalam sambutannya, Anwar Sadad, Anggota MPR RI, menyatakan bahwa Pancasila dan Agama bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan. Kepada para tokoh agama, beliau menekankan pentingnya narasi sejuk dalam setiap dakwah atau ceramah.
“Negara ini tegak karena para pendahulu kita, termasuk para ulama dan tokoh lintas agama, sepakat bahwa keberagaman adalah takdir yang harus dijaga dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Salah satu sesi yang paling menarik adalah diskusi panel yang menghadirkan perwakilan pemuda dan tokoh agama setempat. Mereka bersepakat bahwa tantangan terbesar saat ini adalah individualisme.
“Pilar-pilar ini bukan sekadar tiang mati. Ia adalah nyawa dalam setiap interaksi kita. Jika tokoh agama bicara kedamaian dan pemuda bergerak dengan kreatifitas, maka NKRI akan tetap kokoh,” tutup Gus Sadad, sapaan akrabnya.



