Thejatim.com – Sumenep, Pusat Kajian dan Bantuan Hukum (PBH) Jawa Timur resmi diluncurkan pada Jumat (31/01/2026). Kantor ini beralamat di jalan Jokotole Lingkar barat, Desa Gedungan Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.
Nadianto, S.H.,M.H., menegaskan bahwa tanggal tersebut dipilih secara khusus karena bertepatan dengan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100 tahun atau 1 abad NU . Dengan demikian, ia berharap agar PBH Jatim tumbuh kokoh dan istiqamah dalam mengabdi kepada masyarakat, sebagaimana NU selama satu abad terakhir.
“Dengan peresmian PBH Jatim ini yang bertepatan dengan harlah yang ke-100 NU semoga kita semua mendapat barokahnya,”ujarnya.
Menurut Alumni UTM Bangkalan ini kehadiran PBH Jatim bukan sekadar peresmian kantor hukum secara fisik, melainkan peletakan fondasi komitmen moral dan profesional dalam menegakkan keadilan.
“Hukum bukan hanya bangunan regulasi dan kekuasaan, tetapi ruang bernaung bagi pencari keadilan dan benteng bagi mereka yang terpinggirkan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa PBH Jatim hadir untuk memastikan setiap proses hukum dijalankan dengan integritas dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan.
Prinsip Fiat justitia ruat caelum—keadilan harus ditegakkan meski langit runtuh—menjadi ruh perjuangan lembaga tersebut.
Lebih lanjut, Nadianto menyampaikan bahwa PBH Jatim tidak berorientasi semata pada kemenangan perkara di ruang sidang, tetapi pada terwujudnya keadilan yang memanusiakan manusia. Hal itu sejalan dengan adagium Ubi societas, ibi ius, bahwa di mana ada masyarakat, di situ hukum harus hadir memberi perlindungan.
“PBH Jatim kami dedikasikan sebagai wadah pengabdian hukum yang berpijak pada prinsip Salus populi suprema lex esto, bahwa kesejahteraan rakyat merupakan hukum tertinggi,” terang Santri At-Taufiqiyah Sumenep tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung berdirinya PBH Jatim, seraya berharap lembaga ini dapat terus memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat tanpa diskriminasi.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita semua dalam mengabdi,” pungkasnya.
Acara peresmian PBH Jatim ini dihadiri oleh Budayawan Nasional D Zawawi Imron, Ketua DPC Peradi Sumenep, Pengurus KI Sumenep, Perwakilan Bupati Sumenep, YouTubers Akeloy Production, PC PMII Sumenep, Koordinator BemSu, dan kalangan aktivis lainnya.


