Jumat, 30 Januari 2026
Image Slider

Pemkot Surabaya Intensifkan Pengawasan Harga Pangan Jelang Natal Tahun Baru

TheJatim.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Pemkot Surabaya mengintensifkan pengawasan harga, ketersediaan stok, serta keamanan pangan di seluruh wilayah kota. Langkah ini dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah TPID dan Satgas Pangan Kepolisian untuk menjaga stabilitas harga dan kenyamanan masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Pasar Sememi, agen dan pangkalan LPG, toko modern, hingga distributor ayam potong, Selasa (16/12/2025). Fokusnya tidak hanya pada harga, tetapi juga kelancaran distribusi dan keamanan bahan pangan.

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, mengatakan TPID dan Satgas Pangan memastikan pasokan bahan pokok tetap mencukupi sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan.

Baca Juga:  Sinergi Dengan Kejari Tanjung Perak, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp55,2 Miliar

“Hasil pemantauan kami, secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. Memang ada komoditas tertentu yang sempat berfluktuasi,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, cabai rawit menjadi komoditas yang paling terasa pergerakan harganya akibat pengaruh cuaca ekstrem. Dalam waktu singkat, harga bisa berubah karena pasokan dari petani terganggu.

“Cabai itu fluktuasinya cepat sekali. Cuaca buruk membuat cabai mudah busuk, sehingga pasokan berkurang dan harga naik. Namun per 15 Desember 2025, harga cabai rawit di Pasar Keputran sudah turun menjadi sekitar Rp50.000 per kilogram,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Libatkan RT RW Perketat Razia Kos-Kosan dan Kontrakan

Selain cabai, harga bawang merah yang sebelumnya naik kini kembali turun di kisaran Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas protein seperti daging dan telur terpantau stabil. Daging ayam tidak mengalami kenaikan, sedangkan daging sapi berada di kisaran Rp115.000 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp120.000.

Dari sisi ketersediaan, Agung memastikan stok bahan pokok aman, termasuk beras dan LPG. Bahkan, indeks ketersediaan pangan beras di Surabaya disebut mencapai angka delapan, yang berarti stok mencukupi hingga delapan bulan ke depan.

Untuk menahan laju kenaikan harga, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan peran Kios TPID. Melalui kios ini, pasokan bahan pangan disalurkan langsung ke pedagang pasar dengan harga lebih rendah, sehingga harga di tingkat konsumen tetap terkendali.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Minta Penguatan Edukasi Narkoba Usai Kasus Siswa Positif

Tak hanya itu, pengawasan juga diperluas ke produk pangan olahan. Pemkot Surabaya menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk memeriksa parsel Natal dan Tahun Baru, termasuk memastikan izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta kondisi kemasan agar aman dikonsumsi masyarakat.

Agung menegaskan pengawasan akan dilakukan hingga tiga kali dalam bulan ini. Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

“Kami pastikan stok bahan pokok aman dan terus diawasi. Masyarakat tidak perlu panik belanja menjelang Nataru,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT