The Jatim, Pasuruan – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kembali menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan sebagai bagian dari komitmen memperkuat fondasi pemerintahan yang berintegritas dan berpihak kepada rakyat.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh agama, dan akademisi di Aula Graha Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan (8/2/2026).
Dalam paparannya, Anwar Sadad menyampaikan bahwa 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan dasar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel.
Gus Sadad, sapaan akrabnya, menambahkan tata kelola pemerintahan yang baik harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta menjunjung tinggi supremasi konstitusi. Setiap kebijakan publik, tegasnya, wajib mengedepankan kepentingan rakyat dan menjamin keadilan sosial bagi seluruh warga negara.
Dalam sesi dialog, masyarakat juga diajak untuk memahami pentingnya partisipasi aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan. Penguatan 4 Pilar dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika politik, sosial, dan ekonomi global.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda MPR RI untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dalam praktik pemerintahan sehari-hari. Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap 4 Pilar, diharapkan tercipta sinergi antara lembaga negara dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan.



