Jumat, 15 Mei 2026
Image Slider

Arif Fathoni: APBD 2026 Jadi Triger Pertumbuhan Ekonomi Surabaya

TheJatim.com – Tepat di peringatan Hari Pahlawan, Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Keputusan ini disambut optimistis oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, yang menyebut pengesahan APBD kali ini sebagai “kado untuk masyarakat Surabaya.”

Menurut Politisi Partai Golkar itu, pengesahan tersebut menjadi hasil akhir dari proses panjang pembahasan di badan anggaran hingga komisi-komisi terkait. Ia menjelaskan, APBD 2026 disusun dengan orientasi utama sebagai pemicu atau triger pertumbuhan ekonomi kota.

Baca Juga:  Perumdam Surya Sembada Uji Teknologi Jerman Percepat Deteksi Kebocoran Pipa

“Kenapa kami sebut kado? Karena sejak awal kami ingin APBD 2026 ini menjadi triger pertumbuhan ekonomi Surabaya,” ujar Toni, Senin (10/11/2025).

Toni menambahkan, arah kebijakan APBD 2026 akan difokuskan pada program pembangunan infrastruktur, pengendalian banjir yang saling terkoneksi, serta beragam program bantuan sosial. Termasuk di dalamnya alokasi anggaran untuk pemberdayaan Gen Z di tingkat RW, perluasan beasiswa Pemuda Tangguh, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Ia berharap masyarakat bisa segera merasakan dampak positif dari laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tersebut. “Kami ingin proyek-proyek infrastruktur bisa membuka peluang ekonomi baru di wilayah sekitarnya, sehingga sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya,” ujarnya.

Baca Juga:  Wali Kota Surabaya Tegaskan Gerobak Dilarang Parkir di TPS

Alumni Ubhara itu juga menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan APBD agar manfaatnya segera dirasakan publik. Ia menyoroti kebiasaan di tahun-tahun sebelumnya, di mana realisasi anggaran sering terlambat karena terhambat proses perencanaan di triwulan pertama.

“APBD ini jangan hanya jadi dokumen perencanaan di atas meja. Kami berharap pelaksanaannya segera dimulai, jangan menunggu terlalu lama. Karena APBD 2026 ini menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga:  Dewan Kesenian Surabaya Dinilai Mati, KBRS Dukung Pemkot Bentuk Dewan Kebudayaan Baru

Toni itu juga menyampaikan harapan agar serapan anggaran berjalan merata sepanjang tahun. Ia menilai penyerapan yang timpang, yakni rendah di awal lalu melonjak di akhir bisa berdampak pada efektivitas pembangunan.

“Mudah-mudahan pelaksanaan APBD 2026 ini berjalan sesuai waktu yang sudah direncanakan dan sejalan dengan RPJMD Wali Kota Surabaya,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT