TheJatim, Pamekasan – Anggota Komisi VIII DPR RI Komis Jatim XI Madura, Hj. Ansari, menegaskan bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi yang wajib menjaga independensi dan kedaulatan ekonomi. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam Talkshow Pentahelix peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 PWI Kabupaten Pamekasan, Senin (16/2/2026) malam.
Di hadapan insan pers dan unsur Forkopimda, legislator asal Dapil Jatim XI Madura ini menyebut tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sebagai refleksi jujur atas tantangan media masa kini. Hj. Ansari memposisikan pers sejajar dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam menjaga keseimbangan kekuasaan.
“Pers bukan sekadar pelengkap, melainkan kontrol sosial, pendidik publik, dan penyambung aspirasi rakyat. Demokrasi hanya akan hidup jika persnya sehat,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Hj. Ansari mengingatkan para jurnalis agar tetap konsisten memverifikasi fakta di tengah banjirnya hoaks di ruang digital. Ia menekankan bahwa integritas dan kode etik merupakan napas utama yang membedakan jurnalisme profesional dengan opini liar di media sosial.
Secara khusus, Hj. Ansari menyoroti kerentanan ekonomi media lokal akibat pergeseran iklan ke platform global. Ia mendorong pemerintah daerah dan dunia usaha untuk membangun ekosistem media yang transparan dan berkeadilan guna menjamin kesejahteraan jurnalis.
“Kita tidak bisa menuntut pers independen jika ekonominya rapuh. Media harus berdiri di atas kaki sendiri agar tidak mudah terkena intervensi finansial,” tegasnya.
Hj. Ansari juga mengajak pemerintah untuk memandang kritik pers sebagai “vitamin” demokrasi, bukan ancaman. Ia menutup paparannya dengan mengapresiasi keberanian wartawan di Pamekasan dan Madura yang terus menyuarakan kebenaran demi membangun masyarakat yang cerdas informasi, (Rul/Hai).


