Sabtu, 18 April 2026
Image Slider

Hj Ansari: Pers Tak Boleh Mudah Diintervensi karena Ketergantungan Finansial

TheJatim, Pamekasan – Anggota Komisi VIII DPR RI Komis Jatim XI Madura, Hj. Ansari, menegaskan bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi yang wajib menjaga independensi dan kedaulatan ekonomi. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam Talkshow Pentahelix peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 PWI Kabupaten Pamekasan, Senin (16/2/2026) malam.

Di hadapan insan pers dan unsur Forkopimda, legislator asal Dapil Jatim XI Madura ini menyebut tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sebagai refleksi jujur atas tantangan media masa kini. Hj. Ansari memposisikan pers sejajar dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam menjaga keseimbangan kekuasaan.

Baca Juga:  Usai Libur Sebulan, Madura United Kembali Gelar Latihan

“Pers bukan sekadar pelengkap, melainkan kontrol sosial, pendidik publik, dan penyambung aspirasi rakyat. Demokrasi hanya akan hidup jika persnya sehat,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Hj. Ansari mengingatkan para jurnalis agar tetap konsisten memverifikasi fakta di tengah banjirnya hoaks di ruang digital. Ia menekankan bahwa integritas dan kode etik merupakan napas utama yang membedakan jurnalisme profesional dengan opini liar di media sosial.

Baca Juga:  RAPBN 2026 Dirombak: Belanja Tembus Rp3.842,7 T, Defisit Melebar ke 2,68%.

Secara khusus, Hj. Ansari menyoroti kerentanan ekonomi media lokal akibat pergeseran iklan ke platform global. Ia mendorong pemerintah daerah dan dunia usaha untuk membangun ekosistem media yang transparan dan berkeadilan guna menjamin kesejahteraan jurnalis.

“Kita tidak bisa menuntut pers independen jika ekonominya rapuh. Media harus berdiri di atas kaki sendiri agar tidak mudah terkena intervensi finansial,” tegasnya.

Baca Juga:  DPR RI Hj Ansari, Gelar Maulid Nabi: Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah

Hj. Ansari juga mengajak pemerintah untuk memandang kritik pers sebagai “vitamin” demokrasi, bukan ancaman. Ia menutup paparannya dengan mengapresiasi keberanian wartawan di Pamekasan dan Madura yang terus menyuarakan kebenaran demi membangun masyarakat yang cerdas informasi, (Rul/Hai).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT