Sabtu, Juli 20, 2024

Jokowi Meminta Kesatuan ASEAN dalam Menyelesaikan Konflik Myanmar di KTT ASEAN Ke-42

Jakarta, Thejatim.com – Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN untuk mengambil tindakan konkret dalam menyelesaikan konflik di Myanmar. Hal ini menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas dalam KTT ASEAN Ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (11/5/2023).

Jokowi menyatakan bahwa implementasi lima poin konsensus belum menunjukkan kemajuan signifikan, dan meminta negara anggota untuk merumuskan langkah konkret yang akan diambil ASEAN

Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia berupaya mendorong terciptanya dialog yang inklusif, penghentian kekerasan, dan penyelesaian joint needs assessment melalui AHA Centre, serta penyaluran bantuan kemanusiaan.

Namun, Jokowi menekankan bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN, karena pembangunan ini sangat dinanti oleh masyarakat ASEAN.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto Masuk Daftar Rekomendasi Capres dari Musyawarah Rakyat, Jokowi Belum Buka Nama

Dalam sesi retreat pagi hari, ulasan mengenai implementasi lima poin konsensus untuk penyelesaian konflik di Myanmar akan dibahas. Myanmar, yang tidak hadir dalam KTT ASEAN ke-42, menjadi salah satu topik pembahasan para menteri luar negeri anggota ASEAN dan pejabat senior dalam ASEAN Political Security Community Council (APSC) pada Selasa (9/5/2023) pagi.

Jokowi menilai bahwa keadaan di Myanmar masih memerlukan perhatian serius dari ASEAN, dan tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Saya harus berterus terang, implementasi lima poin konsensus belum ada kemajuan yang signifikan, sehingga diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan,” jelas Jokowi dalam pembukaan sesi retreat KTT ASEAN.

Baca Juga:  Pertarungan Politik Elektabilitas: Ganjar Pranowo di Mata Survei ChartaPolitica

Indonesia berharap bahwa ASEAN dapat memainkan perannya dalam memfasilitasi penyelesaian konflik di Myanmar dengan langkah-langkah konkret yang diambil.

Menurut Jokowi, situasi di Myanmar saat ini sangat memprihatinkan, dengan meningkatnya kekerasan dan krisis kemanusiaan yang terjadi. Oleh karena itu, ASEAN harus bertindak cepat untuk menyelesaikan konflik ini, dan menempatkan hak asasi manusia sebagai prioritas dalam penyelesaiannya.

Jokowi juga menekankan bahwa ASEAN harus bersatu untuk menyelesaikan konflik di Myanmar. Selain itu, Jokowi meminta semua pihak untuk menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi dan memicu konflik yang lebih besar.

Baca Juga:  Dewan Sumenep Apresiasi Pagar Nusa dan Warga Perbaiki Jalan Rusak

Sebelumnya, Jokowi telah menunjukkan keprihatinannya terhadap keadaan di Myanmar, dan meminta semua pihak untuk menyelesaikan konflik dengan damai. Indonesia sebagai negara tetangga Myanmar akan terus memantau perkembangan situasi di sana, dan siap memberikan bantuan kemanusiaan jika diperlukan.

KTT ASEAN Ke-42 sendiri dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara anggota ASEAN, termasuk Presiden Filipina, Jenderal Ret. Antonio Guterres, dan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali. Mereka akan membahas sejumlah isu penting dalam ASEAN, termasuk isu Myanmar, dan membahas langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi isu-isu tersebut.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Populer
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terkait
ADVERTISEMENT