TheJatim.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2027 dan langsung mendeklarasikan sikap tegas, yakni mengawal satu tahun kinerja pemerintahan daerah kabupaten/kota se-Jawa Timur. Deklarasi itu disampaikan dalam agenda pengukuhan yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, Bojonegoro, 10 Februari 2026.
Mengusung tema “Legal Secara Struktur, Legitimasi Secara Perjuangan”, forum ini tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga konsolidasi gerakan mahasiswa di tingkat provinsi. BEM Nusantara Jatim menyatakan komitmen untuk mengawasi kebijakan publik yang dinilai tidak berdampak langsung bagi masyarakat.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan legalitas struktur organisasi hanyalah fondasi awal. Menurutnya, legitimasi sejati lahir dari konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Satu tahun pemerintahan daerah adalah momentum evaluasi. Mahasiswa hadir sebagai mitra kritis yang mengawal dan memastikan kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, BEM Nusantara Jatim ingin menjadi simpul gerakan mahasiswa yang progresif dan responsif terhadap persoalan daerah. Isu transparansi anggaran, efektivitas program, hingga akses layanan publik disebut menjadi perhatian utama dalam pengawasan tersebut.
Dari tingkat nasional, Sekretaris Pusat BEM Nusantara menekankan pentingnya isu pendidikan sebagai prioritas gerakan mahasiswa. Ia menyampaikan rencana pembentukan Satuan Tugas Pendidikan yang akan berfungsi sebagai instrumen advokasi dan pengawasan kebijakan pendidikan di daerah.
Satgas ini diharapkan mengawal persoalan uang kuliah tunggal, beasiswa, pemerataan infrastruktur pendidikan, hingga kebijakan daerah yang berdampak pada dunia akademik. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa yang tidak boleh dikelola tanpa pengawasan publik.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jawa Timur dalam sambutannya menyoroti pentingnya pembangunan karakter generasi muda. Ia menyebut mahasiswa sebagai calon pemimpin yang harus memiliki integritas, visi kebangsaan, dan kapasitas kepemimpinan yang kuat di tengah tantangan global.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Timur sebagai keynote speaker. Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah menjadi kunci menuju visi Indonesia sebagai Generasi Emas. Menurutnya, kontrol sosial dari mahasiswa harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata dalam pembangunan.
Pengukuhan BEM Nusantara Jawa Timur periode 2026–2027 ini menjadi penanda konsolidasi internal sekaligus deklarasi terbuka bahwa mahasiswa tidak akan abai terhadap jalannya pemerintahan daerah. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik disebut sebagai tiga pilar utama yang akan terus dikawal.
Dengan semangat perjuangan tersebut, BEM Nusantara Jatim menegaskan posisinya sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Bukan sekadar pengamat, tetapi penggerak kontrol publik yang memastikan kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Jawa Timur.



