TheJatim.com – Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Timur untuk tahun 2027 resmi dimulai melalui Kick Off yang digelar di Hotel Harris Malang, Rabu (10/12/2025). Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, menekankan pentingnya penyamaan persepsi sejak awal agar arah pembangunan provinsi tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Deni, momen kick off ini menjadi pintu awal untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam merumuskan prioritas daerah yang berbasis data dan mampu menjawab tantangan jangka menengah.
“Setiap langkah harus berpijak pada kebutuhan riil masyarakat. Dari sini kita memastikan perencanaan tidak melenceng dari arah kebijakan jangka menengah,” ujarnya.
Acara ini diikuti Bappenas melalui sambungan Zoom serta seluruh Kepala Bappeda provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kehadiran mereka, kata Deni, menjadi bukti bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Sinkronisasi dari pusat hingga daerah penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak tumpang tindih.
Untuk 2027, fokus pembangunan masih mengacu pada RPJMD Jawa Timur 2025–2029. Deni menyebut sejumlah sektor menjadi prioritas utama, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan rakyat, permukiman, hingga ketertiban umum dan perlindungan sosial.
Ia mengingatkan agar RKPD tidak berhenti sebagai dokumen teknis, tetapi benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat dari 38 kabupaten dan kota.
Musrenbang tetap menjadi jalur formal untuk menyerap usulan warga. Deni menilai partisipasi publik penting agar program yang disusun tidak berhenti di atas kertas.
“Setiap usulan itu punya suara. Dan suara masyarakat harus masuk dalam perencanaan,” tegasnya.
Selain itu, sejumlah isu strategis ikut mendapat sorotan. Mulai dari transformasi struktur ekonomi, pemerataan pembangunan antarwilayah, ketahanan pangan, stabilitas fiskal, peningkatan kualitas SDM, hingga mitigasi perubahan iklim dan risiko bencana. Menurut Deni, isu ini perlu diperjelas agar belanja pembangunan tepat sasaran.
Deni juga mengangkat pentingnya pembangunan berbasis alam atau nature-based development. Pendekatan ini dianggap relevan mengingat Jawa Timur masih rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Ia menekankan bahwa alam harus dianggap sebagai mitra pembangunan, bukan sekadar sumber daya.
“Kalau ekosistem terjaga, risikonya turun. Dan anak cucu kita bisa menikmati alam yang sama,” ujarnya.
Melalui Kick Off RKPD 2027 ini, DPRD Jawa Timur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi. Deni berharap kerja bersama ini melahirkan RKPD yang responsif, berpihak pada masyarakat, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“RKPD 2027 harus lahir dari kerja bersama dan membawa manfaat nyata untuk masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.


