TheJatim.com – Mengawali tahun politik 2026, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya langsung tancap gas memperkuat konsolidasi internal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan agenda kerakyatan tetap menjadi arah utama perjuangan fraksi di tengah dinamika kebijakan daerah.
Konsolidasi tersebut dikemas dalam rapat koordinasi bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya periode 2025–2030, Armuji, yang digelar Selasa (20/1/2026). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut langsung dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang berlangsung di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada 10–12 Januari 2026.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa konsolidasi sejak awal tahun penting untuk menyatukan persepsi seluruh anggota fraksi dalam merespons berbagai agenda strategis Pemerintah Kota Surabaya.
“Rapat koordinasi ini menjadi pijakan awal agar Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya tetap solid, satu arah, dan konsisten memperjuangkan kepentingan warga Surabaya,” ujar Budi Leksono yang akrab disapa Buleks.
Menurutnya, keselarasan antara garis kebijakan partai dan program Pemkot Surabaya harus dikawal secara serius oleh fraksi. Tujuannya, agar setiap kebijakan tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.
“Kami tidak hanya mengawal proses kebijakan, tetapi juga memastikan aspirasi warga tersampaikan dengan baik. Seluruh hasil pengawalan ini akan kami laporkan secara berjenjang kepada DPP PDI Perjuangan,” jelasnya.
Buleks juga berharap sinergi antara DPC PDI Perjuangan Surabaya dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya ke depan semakin kuat dan terukur. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kerja-kerja lapangan dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi politik yang efektif.
“Sinergi ini harus hidup dan nyata, berjalan seirama dengan denyut kehidupan masyarakat Kota Surabaya,” pungkasnya.


