Kamis, 19 Februari 2026
Image Slider

Gus Baha: Pendam Syahwat dengan Rasa Takut

Al-Hikam menyebutkan bahwa syahwat itu bisa hilang oleh rasa takut.

Thejatim.com – Jadi syarat jadi wali itu kamu pernah merasakan diajak wanita cantik punya uang, lalu kamu katakan tidak mau, karena takut kepada Allah. Kalau syarat jadi wali itu wanita cantiknya menolak itu banyak terjadi. Tidak tahu rasanya diajak, maka tidak perlu dites, karena itu bahaya sekali. Syarat jadi wali itu kamu harus pernah dicintai wanita cantik yang mengajakmu berzina dan kamu menolaknya.

Nah, ketika kamu sebagai manusia punya logika. Masak hidup bisa tanpa syahwat kepada perempuan atau uang? Lha, ini dilatih oleh Al-Hikam, bahwa syahwat itu bisa hilang oleh rasa takut.

Imam Ghazali mencontohkan dengan hal yang mudah. Yakni, ada orang hendak menyetubuhi istrinya yang cantik lalu terjadi gempa, masih bisa syahwat atau tidak? Tidak kan!

Bisakah kamu syahwat saat ada gempa? Saat ada kebakaran bisa syahwat? Tidak bisa. Ternyata syahwat itu bisa dihilangkan oleh rasa takut. Orang saat ada gempa atau kebakaran tidak bisa syahwat.

Baca Juga:  Gus Baha: Jangan Cuma Saleh Tanpa Belajar Ilmu Lain

Imam Ghazali berkata: “Bayangkanlah kamu takut kepada Tuhan seperti halnya kamu takut akan gempa. Takutlah kepada Tuhan seperti halnya kamu takut kebakaran. Insyaallah, syahwat tersebut akan hilang. Jadi kamu tidak perlu berkecil hati ketika syahwat tidak bisa dihilangkan.

Misalkan, saat kamu tahajud, padahal saat itu kamu sedang rukun dengan istri dan dia sedang bersedia dan berkumpul denganmu. Lalu kamu bermunajat: “Tuhan saat ini saya ini ada karena kehendak-Mu, kelak di padang mahsyar saya sendirian, yang bisa menyelamatkan hanya rahmat-Mu.”

Lalu, kamu memuji Tuhan. Itu bisa menjadikan kita lupa tidak berkumpul dengan istri sampai pagi. Itu adalah bukti ketika orang sangat cinta kepada Tuhan, akan bisa menghilangkan syahwat.

Baca Juga:  Nyatanya Manusia Tak Pernah Tahu Cara Berpikir Orang Lain tentang Sekelilingnya

Nabi itu kekasihnya yang tercinta tapi masih diuji oleh Allah. Sayyidah Aisyah itu istri Nabi SAW yang paling cantik, sehingga dipanggil dengan sebutan “Ya Humairah”. Saat Nabi sedang tahajud, Sayyidah Aisyah menggodanya dengan tidur terlentang di hadapan Nabi Muhammad SAW. Andai Nabi sujud maka akan tepat di perutnya. Bagaimana coba? Aisyah pun sengaja melakukan itu, ketika Nabi berdiri kakinya pun diselonjorkan, saat Nabi akan bersujud kakinya ditekuk. Jadi pemandangannya tempat sujud beliau itu Sayyidah Aisyah yang cantik, dan Nabi tetap melanjutkan tahajudnya.

Coba kamu sekali-kali tahajud dites, istrimu yang cantik sedang suka kepadamu. Terjadi persaingan antara tahajud dan berkumpul dengan istri. Jika bisa memenangkan tahajud berarti sudah mengalami rindu berat kepada Tuhan. Nah, itu Nabi sudah pernah mengalami.

Sayyidah Aisyah juga pernah cemburu. Jadi saat Nabi hendak tidur tidak bisa, karena begitu takutnya kepada Tuhan sampai berkeringat dingin karena panik, saking paniknya dada Nabi jika didengarkan itu:

Baca Juga:  Tidak Ada Rezeki yang Halal 100 Persen

يُسْمِعُ مِنْ صَدْرِهِ اَزِيْزٌ كَأَزِيْزِ الْمِرْجَلِ

Artinya: “Dada Nabi bergemuruh karena takut kepada Tuhan seperti gemuruh air mendidih.”

Dadanya bergemuruh karena begitu takutnya kepada Tuhan. Bahkan Nabi sekali shalat itu benar-benar lupa selain Allah, sampai beliau bengkak pun tidak terasa. Makanya, saya minta kalian jangan sampai benci ulama, ulama itu tampak hidup seenak sendiri tapi hidupnya panik. Difirmankan dalam Al-Qur’an:

اَللهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ

Artinya: “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Az-Zumar: 23)

*Disadur dari pengajian KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT