Jumat, 30 Januari 2026
Image Slider

Jaminan Kesehatan Penyandang Disabilitas Jadi Perhatian Serius PDIP Surabaya

TheJatim.com – Upaya memastikan perlindungan bagi penyandang disabilitas kembali menjadi sorotan setelah masih ditemukannya warga yang belum memperoleh jaminan kesehatan dan intervensi sosial.

Salah satunya dialami Dimas Saputra, warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, yang dicoret dari kepesertaan BPJS Kesehatan perusahaan setelah berusia 21 tahun. Kondisi Dimas yang memiliki keterbatasan membuatnya belum mampu memasuki dunia kerja, sehingga kebutuhan jaminan kesehatan menjadi krusial.

Mendapat laporan dari Kader Surabaya Hebat, Kader PDIP Surabaya Achmad Hidayat langsung mendatangi rumah Dimas untuk mendengar keluhannya secara langsung.

Baca Juga:  Kegiatan Jum’at Berkah PAC PDIP Sawahan Tunjukkan Konsistensi Kerja Kerakyatan

Achmad menegaskan bahwa jaminan kesehatan harus segera dipastikan kembali agar Dimas dapat masuk dalam skema JKN–PBI. Ia juga mengingatkan bahwa usulan sepatu adaptif yang pernah diajukan sebelumnya perlu segera direalisasikan.

“Jaminan kesehatan adalah prioritas. Kami usulkan agar bisa masuk JKN–PBI. Soal sepatu adaptif juga pernah disurvei dan semoga cepat diberikan,” ujar Achmad, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga:  Diduga Bangunan Cagar Budaya Dirobohkan, DPRD Surabaya Siap Panggil Pemilik dan Instansi Terkait

Dalam kunjungan itu, Achmad turut menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi telah membuka Job Fair khusus penyandang disabilitas pada 25–26 November 2025 di Gedung Wanita Chandra Kencana. Sebanyak 285 peluang kerja disediakan sebagai bentuk dukungan bagi kemandirian disabilitas.

“Kami berharap Surabaya semakin ramah bagi penyandang disabilitas. Kota yang peduli itu kota yang maju dan indah dalam harmoni,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Awasi Program Makan Bergizi Gratis Wajibkan SLHS

Achmad juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kader Surabaya Hebat yang bergerak cepat membantu warga. Menurutnya, kerja lintas sektor sangat penting agar perlindungan sosial berjalan lebih menyeluruh.

Upaya pencegahan akan berjalan optimal bila lintas sektor memiliki rencana kerja bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri. “Pendekatan yang humanis akan membuat hak-hak penyandang disabilitas lebih terjaga,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT