Jumat, 1 Mei 2026
Image Slider

Surabaya Kembali Jadi Kota Terinovatif Nasional Dua Tahun Berturut

TheJatim.com – Pemerintah Kota Surabaya kembali mengukuhkan diri sebagai rujukan inovasi di tingkat nasional. Melalui ajang Puncak Penganugerahan dan Pameran Inovasi Suroboyo atau Inovboyo 2025, Surabaya resmi mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai kota dengan inovasi terbanyak dalam satu tahun.

Acara yang digelar di Balai Pemuda Surabaya, Rabu (17/12/2025), menjadi panggung pengakuan atas lahirnya 1.214 inovasi yang diinisiasi sepanjang 2025. Capaian ini sekaligus mengantarkan Pemkot Surabaya meraih predikat Kota Terinovatif peringkat pertama secara nasional dalam Innovative Government Award 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Penghargaan rekor tersebut diberikan langsung oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi Surabaya membangun budaya inovasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat akar rumput.

Baca Juga:  Efektivitas Semu Rumah Pompa Surabaya

Mengusung tema Inovasi untuk Peningkatan Kualitas Infrastruktur dan Mitigasi Bencana, Inovboyo 2025 menyoroti solusi konkret atas tantangan cuaca ekstrem dan potensi bencana yang belakangan kerap terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan apresiasi atas pendekatan inovasi Surabaya yang dinilai sudah melampaui pola reaktif. Menurutnya, sejumlah inovasi bahkan telah masuk tahap pencegahan, seperti pengelolaan sampah yang berdampak langsung pada pengurangan risiko banjir.

“Surabaya tidak hanya menanggulangi, tapi sudah berpikir preventif. Inovasi dari para inovator mudanya bahkan sudah dikirim ke Aceh untuk membantu penanganan bencana,” ujarnya.

Baca Juga:  Menko AHY Dorong Teknologi Pengelolaan Sampah di Surabaya Jadi Contoh Nasional

Yusharto juga menyoroti keterlibatan pelajar dari jenjang SD hingga SMA dalam proses inovasi. Hal tersebut dinilai sebagai bukti kuat bahwa regenerasi inovator di Surabaya berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Fikser menegaskan bahwa inovasi di Kota Pahlawan tidak berhenti pada konsep atau teknologi semata. Fokus utamanya adalah manfaat nyata yang dirasakan warga.

“Inovasi harus memotong birokrasi dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Piala ini bukan garis akhir, tapi awal dari tantangan implementasi, terutama untuk pengendalian banjir dan penguatan UMKM,” tegasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Gandeng ITS Periksa Struktur Bangunan 117 Ponpes di Surabaya

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa dari total 1.214 inovasi, sebanyak 355 berasal dari perangkat daerah, sementara 859 lainnya lahir dari masyarakat, perguruan tinggi, hingga lingkungan RT dan RW.

“Ini menunjukkan budaya mencari solusi sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial warga Surabaya,” katanya.

Untuk menjaga keberlanjutan inovasi, Pemkot Surabaya menerapkan skema strategic matchmaking. Melalui pola ini, para inovator dipertemukan dengan sektor swasta lewat program CSR agar inovasi dapat diproduksi secara massal dan memberikan nilai ekonomi.

“Langkah ini menjadi wujud konsistensi Surabaya dalam membangun kota berbasis riset, teknologi, dan solusi yang benar-benar bekerja,” pungkas Irvan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT