Selasa, 3 Februari 2026
Image Slider

Lewat Ngaji Politik, Mas Taufadi Perkuat Ideologi Kader untuk Kesejahteraan Rakyat

TheJatim.com, Pamekasan – Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PRI-P) Pamekasan menggelar Ngaji Politik yang di gelar forum konsolidasi internal dan penjaringan Ketua PAC se-Kabupaten Pamekasan, Selasa (3/01/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Pengurus DPC, PAC, Ranting, serta Pengampuh Partai se-Kabupaten Pamekasan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan, Mas Taufadi, menegaskan komitmen partainya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka acara Ngaji Politik yang menjadi wadah konsolidasi internal sekaligus penjaringan Ketua PAC se-Kabupaten Pamekasan. 

Baca Juga:  Rembuk Merah Putih FKPT Jatim: Merawat Toleransi, Tangkal Radikalisme

Mas Taufadi menjelaskan bahwa Ngaji Politik berfungsi sebagai ruang konsolidasi ideologis agar seluruh kader tetap solid dalam satu barisan perjuangan. Melalui forum ini, ia menginstruksikan percepatan penjaringan Ketua PAC agar tuntas paling lambat 10 Februari, sesuai arahan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

“Konsolidasi ini memperkuat langkah PDI Perjuangan dalam mengawal kedaulatan rakyat. Ngaji Politik menyatukan visi, ideologi, dan gerak langkah kita semua,” ujar Mas Taufadi di hadapan para kader.

Baca Juga:  Komitmen Teguhkan Aqidah Aswaja dan Menjaga NKRI, Ketua GP Ansor Pamekasan Siap Cetak 6 Ribu Banser

Meskipun keterbatasan waktu memaksa proses penjaringan berlangsung terpusat, bukan per daerah pemilihan (dapil), ia menjamin seluruh tahapan tetap mengikuti mekanisme partai. Mas Taufadi pun meminta para kader tidak berkecil hati jika tidak masuk dalam struktur kepengurusan. Ia menekankan bahwa pengabdian kepada rakyat tidak terbatas pada jabatan struktural semata.

Selain urusan internal, Mas Taufadi secara tegas menyatakan sikap politik PDI Perjuangan yang menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Ia menilai Pilkada langsung merupakan amanat reformasi yang wajib dijaga demi menjamin suara rakyat tetap menjadi penentu kebijakan publik.

Baca Juga:  Untuk Melestarikan Musik Tradisional, GP Ansor Cup 2024, Gelar Festival Musik Daul se-Madura

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT