Jumat, 8 Mei 2026
Image Slider

Pemkot Surabaya Perketat Patroli Gabungan Cegah Balap Liar Panjang Jiwo

TheJatim.com – Pengerjaan pengaspalan di Jalan Raya Panjang Jiwo hampir rampung. Jalan yang kini mulus itu semestinya memperlancar aktivitas warga, namun justru dimanfaatkan sejumlah remaja sebagai arena balap liar pada malam hari.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, merespons cepat fenomena tersebut. Ia memastikan Pemkot Surabaya sudah menjalin koordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk menindak para pelaku sekaligus memperketat pengawasan di lapangan.

“Menindaklanjuti soal adanya balap liar di Panjang Jiwo, kita sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk ditindak tegas,” ujar Eri, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga:  Kursi Sekda Kosong, Wali Kota Surabaya Buka Peluang untuk Semua Kepala Perangkat Daerah

Menurutnya, aksi balap liar kerap berpindah dari satu titik ke titik lain, sehingga pola penjagaan juga perlu menyesuaikan kondisi di lapangan. Ia memastikan penjagaan intensif dilakukan demi mencegah terulangnya aksi serupa.

“Jadi nanti kita akan melakukan penjagaan di titik-titik itu. Karena balap liar ini pindah-pindah terus. Sini dijogo, pindah rene, pindah rene,” ucapnya.

Baca Juga:  Cangrukan Aliansi BEM Surabaya Bahas Janji dan Capaian Prabowo-Gibran

Untuk memperkuat pengamanan, Pemkot Surabaya akan menurunkan personel gabungan. Pasukan itu terdiri dari Kodim, Polrestabes Surabaya, Satpol PP, Linmas, serta unsur internal pemerintah kota lainnya.

“Nanti kita akan bagi pasukan dengan Kodim, dengan Polrestabes, dan seluruh personel Pemerintah Kota Surabaya,” jelasnya.

Di sisi lain, proses pengaspalan Panjang Jiwo dipastikan memasuki tahap akhir. Eri menargetkan penyelesaian fisik berlangsung bulan ini.

Baca Juga:  Iuran HUT RI Dinilai Tradisi, DPRD Desak Pemkot Turun Tangan

“Terkait pengaspalan di Panjang Jiwo kita pastikan pengerjaannya hampir rampung. Insyaallah bulan ini tuntas 100%,” tambahnya.

Eri juga meminta warga turut menjaga infrastruktur yang sudah dikerjakan dengan anggaran publik. Ia menekankan bahwa jalan mulus tidak boleh digunakan sebagai ajang kebut-kebutan.

“Njaluk tulung rek dijogo bareng-bareng. Aspal mulus bukan berarti bebas kebut-kebutan, opo maneh digawe balapan. Matur nuwon kepada warga yang aktif melaporkan kepada kita,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT