Jumat, 30 Januari 2026
Image Slider

Aktualisasi Konser Paduan Suara Dalam Bingkai “Flashmob” Transformasi Kekinian

*Oleh: Ratna Tjokroaminoto (Ratna Mestikasari Putri, S.Pd., M.Sn) Keturunan ke 4 H.O.S Tjokroaminoto (Dosen Musik & Vokal) Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya.

TheJatim.com – Dalam sebuah pertunjukan akan lebih menarik ketika diberi sentuhan yang kreatif dan inovatif tentunya.

Flash mob yang di definisikan aksi massa dadakan di tempat umum di mana sekelompok orang berkumpul tiba-tiba, melakukan pertunjukan singkat (seperti menari atau aksi lucu) adalah fokus pada konsep yang kreatif, inovatif serta pilih musik yang populer dan mudah diikuti, buat koreografi sederhana namun dinamis, koordinasi tim yang solid, serta pastikan lokasi dan waktu yang strategis (ramai pengunjung). Kemudian untuk menciptakan efek kejut yang maksimal, lalu rekam dan sebarkan untuk dampak lebih luas.

Terkait dengan itu semua, yang sudah saya buat sebagai Art Director dalam event Sidang Terbuka/Wisuda Sarjana Strata 1 di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta surabaya pada tanggal 30 November 2025, Minggu lalu di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur salah satunya menggunakan Lagu Viral kekinian asal Timur yaitu yang berjudul “TABOLA BALE” dengan konsep Koreografi yang  dibuat secara sederhana, dinamis yang mudah diikuti para audiens dan masyarakat yang menyaksikan pertunjukan tersebut.

Baca Juga:  Kendalikan Potensi Kemacetan, Dishub Surabaya Kaji Kenaikan Tarif Parkir On Street
Aktualisasi Konser Paduan Suara Dalam Bingkai "Flashmob" Transformasi Kekinian



Tahap Perencanaan & Konsep

Tentukan Tema & Misi: Apakah untuk hiburan umum, promosi, atau kejutan pribadi (seperti pernikahan atau event?)

Nahh.. Dalam hal ini yang sudah saya buat beberapa waktu lalu 30 November 2025 di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur tersebut yaitu Event Sidang Terbuka/Wisuda Sarjana Strata 1  yang tim Paduan Suara Plus Flash Mob melibatkan perwakilan mahasiswa STKW & UNESA; Filda, Vio, Nai, Condro, Ninis, Atan, Mario, perwakilan seniman/musisi muda asal SBY yaitu Rangga & Rere kemudian perwakilan siswa-siswi kreatif & cerdas SMK Negeri 12 Surabaya yaitu; Zevino, Qila, Vawlen, Raya, Alex, Seshya, Keke, Salsa & Perwakilan terpilih pemuda pemudi Inovatif & cerdas (Duta Wisata Kange Yune Bojonegoro) yaitu Nuraini Putri Fatmawati (Alumni SMA Negeri 1 Bojonegoro) dan Kange Yune Arthashastra Anhar Wicaksana (SMA Negeri 4 Bojonegoro).

Baca Juga:  Wali Kota Surabaya terjunkan Satgas Jaga Kebersihan Pedestrian dan Saluran Air di ratusan titik

Nahh.. terkait itu semua, Tim Flash Mob yang saya buat, dengan teknik pemunculan di antara penonton yang sedang tegang menyaksikan seluruh rangkaian Sidang Terbuka Wisuda Sarjana S1, kita harus dalam ketepatan pemilihan musik. Pilih lagu yang dikenal luas, punya ritme kuat, lirik positif, dan mudah dipelajari. Dalam hal ini saya memilih  menggunakan Lagu asal Timor yaitu “TABOLA BALE”. dengan lirik yang mengandung kedekatan emosionalitas khususnya kawula muda. Alasan esensialnya kenapa lagu Tabola Bale tersebut, dikarenakan lagu yang sedang viral dan di sukai kawula muda dengan nuansa yang riang & energik untuk di tampilkan.

Kemudian setelah pemilihan lagu, kami mempersiapkan Koreografi sederhana tapi Efektif, dengan membuat gerakan dasar yang mudah diikuti semua level, bisa diadaptasi (misal, pakai gerakan kardio tari). Kita variasikan dengan membagi grup (penari kuat di depan/awal, penari pemula di belakang/akhir), dan mengajak penonton  bergabung secara bertahap. Tim Koreografer kami yaitu Sri Mulyani, M.Sos (Dosen Seni Tari STKW Surabaya )

Baca Juga:  DPRD Desak Pemkot Surabaya Serius Berantas Pungli pada Satpol PP

Dan yang sudah kami lakukan bersama tim, terlihat antusias sekali para audiens didalam gedung pertunjukkan Cak Durasim tersebut.

Kemudian yang terkahir adalah penentuan kostum dengan inisial untuk khusus flash mob
menggunakan kostum Tradisi majapahitan (Icon Wilwatikta) yang terkolaborasi life style model rompi kekinian berwarna merah marun menyala kain satin. Kemudian untuk Tim Koordinatornya menggunakan Kebaya dengan motif  kekinian yang digemari kaum millenial dan khususnya Gen Z.

Kemudian untuk Koordinasi Teknis Iringan musik bisa Live atau DJ/pemutar musik serta juru kamera profesional atau amatir yang siap merekam dari berbagai sudut. Salam hal ini Komunikasi tim harus baik.

Efek Kejutan: Mulai dengan satu atau dua orang, lalu perlahan bergabung. Pastikan penonton tidak sadar itu pertunjukan hingga momen puncak.

Dengan catatan khusus secara keseluruhan dalam aktualisasi seni pertunjukan konser paduan suara yang saya eksplor adalah yaitu Etika Seni: Jangan memalukan siapa pun. Tujuannya hiburan atau ekspresi artistik, bukan prank yang merugikan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT