TheJatim.com – Deni Wicaksono menegaskan Kabupaten Blitar tetap menjadi salah satu titik krusial kekuatan politik PDI Perjuangan di Jawa Timur. Karena itu, konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput diminta tidak hanya dijaga, tetapi juga diperkuat secara sistematis.
Pesan itu disampaikan dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar di Pendapa Agung Hand Asta Sih, Srengat, Selasa (14/4/2026). Agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk merapikan struktur partai sekaligus memastikan kesinambungan kaderisasi.
Pembukaan Musancab ditandai dengan penabuhan gong oleh Deni, didampingi jajaran pengurus DPD serta Bupati Blitar Rijanto. Hadir pula struktur partai mulai tingkat cabang hingga ranting, menunjukkan soliditas internal yang ingin terus dijaga.
Dalam arahannya, Deni menyoroti posisi strategis Blitar sebagai lumbung suara yang selama ini berkontribusi signifikan bagi PDI Perjuangan. Namun, ia mengingatkan adanya tren penurunan kursi pada pemilu sebelumnya harus dijadikan alarm serius.
“Konsolidasi tidak boleh kendor. Target kita jelas, kursi harus naik lagi di pemilu mendatang,” ujarnya.
Langkah konsolidasi ini, lanjutnya, menjadi bagian dari strategi besar partai di Jawa Timur. Dalam dua hari terakhir, tercatat 24 kabupaten/kota telah melaksanakan Musancab serentak. Ini menunjukkan upaya restrukturisasi organisasi berjalan masif dan terukur.
Kabupaten Blitar sendiri dinilai relatif siap. Proses penjaringan kader dan penyusunan struktur disebut telah dilakukan jauh hari, sehingga pelaksanaan Musancab berlangsung tertib dan minim dinamika internal.
Menariknya, regenerasi kader menjadi sorotan utama. Deni mengungkapkan lebih dari 30 persen struktur kepengurusan kini diisi kader muda berusia di bawah 35 tahun. Bahkan, di 22 kecamatan di Kabupaten Blitar, unsur pimpinan sudah melibatkan generasi muda.
Ini bukan sekadar formalitas. Dalam peta politik ke depan, kader muda dianggap sebagai energi baru yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk perubahan perilaku pemilih yang semakin dinamis dan digital.
Di sisi lain, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga memberi penugasan khusus kepada DPC untuk mengawal jalannya pemerintahan daerah. Tujuannya sederhana, memastikan kebijakan tetap berpihak pada masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap partai.
“Kinerja pemerintahan akan berdampak langsung pada elektabilitas. Kalau pemerintahannya dirasakan manfaatnya, kepercayaan publik akan ikut naik,” tegas Deni.
Dengan kombinasi konsolidasi internal, regenerasi kader, dan pengawalan pemerintahan, PDIP Jatim berharap Kabupaten Blitar tetap menjadi basis kuat sekaligus motor kemenangan pada kontestasi politik mendatang, termasuk Pilkada.
Musancab ini pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Ia menjadi titik start untuk memastikan mesin partai kembali panas, terstruktur, dan siap bertarung.



