TheJatim.com – PDI Perjuangan Jawa Timur resmi menuntaskan konsolidasi organisasi tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) di 666 kecamatan pada 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Penutupan rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) itu digelar di Kota Surabaya, Minggu (10/5/2026), sekaligus menjadi penanda penguatan mesin partai hingga level akar rumput menjelang agenda politik nasional 2029.
Ribuan kader memadati lokasi Musancab yang diikuti perwakilan dari 31 kecamatan se-Kota Surabaya. Dalam forum tersebut, sebanyak 341 pengurus PAC resmi dilantik. Prosesi pengucapan sumpah dan janji jabatan dipimpin langsung Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Konsolidasi besar-besaran ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. PDI Perjuangan tengah menyiapkan fondasi politik jangka panjang dengan merapikan struktur partai dari tingkat kota hingga lingkungan RW. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga soliditas internal setelah kontestasi Pemilu 2024 sekaligus memperkuat gerak partai menghadapi Pemilu 2029.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan Musancab menjadi momentum strategis untuk memastikan struktur partai tetap bergerak aktif di tengah masyarakat.
“Musancab bukan hanya forum organisasi, tetapi bagian penting dalam penguatan struktur partai hingga tingkat bawah. Dengan rampungnya Musancab di 666 kecamatan, kami ingin memastikan seluruh mesin partai siap bergerak bersama rakyat,” kata Deni.
Politikus yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu menjelaskan, komposisi kepengurusan baru PAC menunjukkan arah regenerasi partai yang mulai memberi ruang lebih besar kepada generasi muda dan perempuan.
Menurut dia, lebih dari 20 persen kepengurusan PAC diisi anak muda, sedangkan keterwakilan perempuan mencapai lebih dari 30 persen. Skema tersebut disebut sebagai upaya menghadirkan energi baru di tubuh partai sekaligus memperkuat politik inklusif.
“Kader muda penting karena mereka lebih adaptif terhadap perkembangan sosial dan teknologi komunikasi politik. Sementara keterlibatan perempuan menjadi penguat tradisi gotong royong dan kerja kerakyatan yang selama ini menjadi basis perjuangan partai,” ujarnya.
Di tengah perubahan pola komunikasi politik yang kini bergerak cepat melalui platform digital, partai politik memang dituntut melakukan penyesuaian strategi kaderisasi. Kehadiran generasi muda dianggap menjadi modal penting untuk menjaga kedekatan partai dengan pemilih milenial dan generasi Z yang diprediksi mendominasi Pemilu 2029.
Dalam kesempatan itu, Deni juga menyampaikan pesan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, kepada seluruh kader agar menjaga kekompakan internal partai.
“Pesan Buya Said Abdullah, Musancab ini bagian dari konsolidasi besar partai untuk memastikan seluruh struktur tetap solid bersama rakyat menyongsong Pemilu 2029,” ucapnya.
Surabaya sendiri memiliki posisi strategis bagi PDI Perjuangan. Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, partai berlambang banteng moncong putih itu meraih sekitar 336 ribu suara di Kota Pahlawan. Angka tersebut menjadikan Surabaya sebagai salah satu basis suara utama PDIP di Jawa Timur.
Karena itu, dipilihnya Surabaya sebagai penutup rangkaian Musancab dinilai bukan tanpa alasan. Kota ini dianggap menjadi simbol kekuatan konsolidasi partai sekaligus etalase kesiapan organisasi menghadapi pertarungan politik berikutnya.
Musancab Surabaya turut dibuka Ketua DPP PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno. Dalam arahannya, Puti meminta seluruh kader tetap hadir di tengah masyarakat dan menjalankan kerja-kerja nyata sesuai instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Kekuatan sejati PDI Perjuangan bertumpu pada kedekatan kader dengan rakyat serta kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari,” kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo itu.
Puti juga mengingatkan pentingnya implementasi konsep “5 Mantap” di internal partai. Mulai dari mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kader, mantap program hingga mantap sumber daya sebagai fondasi pergerakan partai.
Menurutnya, penguatan struktur hingga tingkat anak ranting atau level RW menjadi langkah penting agar agenda perjuangan partai tetap berjalan langsung di tengah masyarakat. Ia menegaskan, konsolidasi organisasi harus diikuti dengan kerja konkret yang bisa dirasakan publik.
“Keempat, yang tidak kalah penting adalah mantap program, dengan merumuskan dan menjalankan program perjuangan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Lalu mantap sumberdaya dengan mengelola potensi yang ada untuk mendukung pergerakan kita melayani masyarakat,” ujar Puti.


