TheJatim.com,Pamekasan – PDI Perjuangan mulai menggeser strategi politiknya secara radikal dengan menempatkan generasi muda sebagai ujung tombak menuju Pemilu 2029. Segmen pemilih milenial dan Gen Z kini menjadi fokus utama partai untuk mendongkrak perolehan suara, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi, menegaskan bahwa pihaknya sengaja mendesain komposisi kepengurusan partai agar lebih inklusif bagi anak muda.
“Kami menargetkan 20 persen kepengurusan berasal dari kalangan milenial dan 30 persen keterwakilan perempuan. Semua itu sudah kami penuhi. Melibatkan milenial adalah keniscayaan karena tantangan terbesar ke depan adalah pemilih dari generasi ini,” ujar Daniel saat melantik 143 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Pamekasan, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Daniel, langkah ini merupakan strategi nyata untuk membangun kedekatan emosional dan politik dengan pemilih baru. Ia menyebut PDI Perjuangan kini tampil lebih adaptif terhadap aspirasi anak muda, bukan lagi sekadar partai bagi kalangan tua.
“Ini era Gen Z. Semua partai wajib beradaptasi dengan harapan mereka. Kehadiran Gen Z di kepengurusan akan memastikan program partai mampu menjawab kegelisahan mereka,” tegasnya.
Target Kursi dan Penguatan Struktur
Selain menyasar pemilih muda, PDI Perjuangan memasang target elektoral yang optimistis namun realistis. Partai berlambang banteng ini membidik minimal dua kursi di DPRD Pamekasan pada Pemilu 2029.
“Target minimal dua kursi, tapi peluang untuk lebih sangat terbuka. Kita pernah memiliki lima kursi di sini, jadi mengulang kejayaan itu bukan hal yang mustahil,” kata Daniel penuh keyakinan.
Untuk mengamankan target tersebut, partai terus memperkuat struktur hingga ke level paling bawah. Setelah merampungkan pelantikan PAC, PDI Perjuangan segera membentuk kepengurusan ranting di tingkat desa hingga anak ranting di tingkat RW.
Senada dengan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi, menekankan pentingnya kerja keras untuk mengejar ketertinggalan dibanding daerah lain di Madura. Ia menginstruksikan kader agar menjaga suara agar tidak hilang di tengah ketatnya persaingan ambang batas parlemen.
“Kami ingin PDI Perjuangan Pamekasan sejajar dengan tiga kabupaten lain di Madura. Fokus utama kami adalah memastikan ada perwakilan kader di setiap daerah pemilihan (dapil) di Pamekasan,” pungkas Taufadi.


