Minggu, Juli 21, 2024

Dengan Pakaian ala Pejuang, Walikota dan DPRD Sahkan APBD 2022 10,3 T

TheJatim. Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya kompak menggunakan seragam ala pejuang, pada pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 sesuai jadwal yang telah disepakati, tepat di Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021).

Seusai pengesahan APBD Surabaya 2022 itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, APBD Surabaya tahun 2022 yang nilainya sebesar Rp 10,3 triliun itu, bahwa di dalam APBD Surabaya 2022 ini banyak yang digunakan untuk kepentingan umat yang langsung turun ke masyarakat.

“Saya berterimakasih banyak kepada pimpinan DPRD dan seluruh anggota DPRD, dengan kebersamaan ini, dengan kekuatan APBD yang kita gunakan untuk kepentingan masyarakat ini, kita tinggal berkomitmen untuk melaksanakan yang sudah kita sepakati hari ini. Dengan kebersamaan dan dengan hebatnya seluruh anggota DPRD Surabaya, maka APBD Kota Surabaya diharapkan bisa memberikan yang terbaik bagi umat Kota Surabaya. Sekali lagi saya menyampaikan terimakasih,” kata Eri Cahyadi kepada wartawan.

Baca Juga:  Paripurna Raperda APBD 2022, Kekuatan Belanja Kota Surabaya Capai Rp. 10,1T

Ia juga memastikan bahwa banyak sekali APBD 2022 ini yang langsung menyentuh kepada masyarakat. Sebagai salah satu contoh, ketika pergerakan kader, ada pergerakan UMKM yang langsung memberikan alat yang digerakkan untuk menyediakan kebutuhan sekolah, termasuk pula kenaikan honor modin dan juga beasiswa bagi pelajar. Bahkan, Ia juga memastikan bahwa dalam APBD 2022 ini akan semakin gencar menggerakkan ekonomi, yang salah satunya dengan menggerakkan UMKM Kota Surabaya.

“Jadi, dalam APBD ini banyak pembangunan sumber daya manusianya, karena kami sepakat bukan tujuan kami pemerintah kota dan DPRD itu membuat sesuatu bangunan yang fenomenal. Tapi kami sepakat bahwa semua APBD ini hanya untuk kepentingan umat yang bisa langsung merubah dan membawa kebaikan langsung kepada umat Kota Surabaya. Jadi, secara mendasar untuk pemulihan ekonomi,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi yang akan dilakukan itu adalah dengan menargetkan pendapatan perkeluarga sesuai dengan UMR-nya Kota Surabaya. “Bahkan, jika UMR itu sudah banyak yang terpenuhi, maka harapan selanjutnya adalah Rp 7 juta. Makanya, kita gerakkan semuanya untuk mencapai itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Laporannya Tak Berefek, DPRD Surabaya Minta Kemenhub Tindak Pengendara Bus Ugal-ugalan

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono memastikan bahwa DPRD Surabaya bersama Pemkot Surabaya sudah lama merencanakan agar APBD 2022 ini disahkan pada Hari Pahlawan dan pada saat pengesahan itu menggunakan pakaian ala pejuang. Menurutnya, ini bukti bahwa DPRD Surabaya dan Pemkot Surabaya kompak dan bersatu demi kepenting warga Kota Surabaya.

“Ini kado untuk seluruh masyarakat Surabaya tepat pada peringatan Hari Pahlawan. Selesai kami upacara di Balai Kota Surabaya dan berziarah ke Taman Makam Pahlawan, kami menggelar rapat paripurna DPRD dengan memakai kostum pejuang. Untuk mengenang jiwa-jiwa kepahlawan dalam pertempuran 10 Nopember 1945,” kata Adi.

Politisi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini juga bersyukur karena tahapan demi tahapan dalam pembahasan RAPBD tahun 2022 ini berjalan sesuai jadwal yang ditentukan oleh Badan Musyawarah dan bahkan lebih cepat.

Baca Juga:  KPU RI ingin Masyarakat Surabaya Banyak Terlibat di Pemilu, Melalui DP3

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota atas terselesaikannya pembahasan APBD tahun 2022 ini. Tentunya, ini tidak lepas dari sikap yang sama-sama saling menghormati, kami DPRD juga bersikap kritis kepada pemkot, namun pemkot juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari kami,” katanya.

Adi Sutarwijono yang hangat disapa Awi, memastikan bahwa pengesahan APBD tahun 2022 ini sekaligus mengirimkan pesan yang sangat jelas, soal kekompakan antara Pemkot Surabaya dengan DPRD Surabaya. Bahkan, ia menegaskan bahwa APBD 2022 ini menjadi stimulus untuk mendorong pergerakan ekonomi di masyarakat.

“Kita semua berharap, ekonomi Surabaya pulih di tahun depan, tahun 2022. Makanya, DPRD Surabaya mendorong kekuatan belanja APBD sampai di angka 2 digit, setelah Surabaya dinyatakan daerah PPKM Level 1 yang beresiko rendah penularan Covid-19. Ini sinyal yang sangat optimis, bahwa tahun depan Surabaya bangkit,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Populer
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terkait
ADVERTISEMENT