Sabtu, 16 Mei 2026
Image Slider

GMNI UWKS dan UNESA Bongkar Kolonialisme Modern Lewat Film Pesta Babi

TheJatim.com – Isu kolonialisme modern, eksploitasi sumber daya alam, hingga perbudakan digital menjadi sorotan utama dalam kegiatan nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digelar GMNI Raden Wijaya UWKS bersama GMNI FMIPA UNESA di Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di sebuah kedai di kawasan Jalan Gunung Sari, Surabaya, itu dihadiri sekitar 70 peserta dari kalangan mahasiswa hingga organisasi kepemudaan. Diskusi berjalan hidup karena film dokumenter tersebut dinilai menyentuh persoalan nyata yang masih terjadi di Indonesia, terutama di Papua.

Acara menghadirkan dua pemantik diskusi, yakni Gubernur BEM FISIP UWKS, Haikal Sabil A dan Wakil Ketua BEM FEB UNESA, Rafi Nazhmi. Keduanya menyoroti bagaimana kolonialisme tidak lagi hadir dalam bentuk penjajahan fisik, tetapi berubah menjadi penguasaan ekonomi, eksploitasi lingkungan, hingga perdagangan manusia berkedok pekerjaan.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Desak Satpol PP Humanis Usai Tragedi Pengamen Tewas

Haikal Sabil menilai film Pesta Babi memperlihatkan wajah keras kapitalisme global yang memanfaatkan kemiskinan masyarakat. Menurutnya, kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak warga rentan menjadi korban eksploitasi lintas negara, termasuk sindikat penipuan digital yang kini marak di Asia Tenggara.

“Film Pesta Babi adalah potret brutal tentang perbudakan modern yang lahir dari kemiskinan dan kelalaian negara. Manusia dengan mudah kehilangan martabatnya dan dijadikan alat untuk kepentingan bisnis ilegal global,” ujarnya.

Ia menyebut fenomena tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah agar lebih serius menghadirkan lapangan kerja layak dan perlindungan terhadap masyarakat. Sebab, tekanan ekonomi sering kali menjadi pintu masuk praktik eksploitasi terhadap warga negara Indonesia di luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus perdagangan manusia berkedok lowongan kerja memang menjadi perhatian nasional. Sejumlah WNI dilaporkan terjebak jaringan penipuan digital di beberapa negara Asia dengan iming-iming gaji tinggi. Banyak di antaranya mengalami penyiksaan hingga penyekapan.

Baca Juga:  Sasar Taman, Pajak Reklame Ruang Publik Surabaya Naik Demi PAD

Sementara itu, Rafi Nazhmi menyoroti sisi lain film yang mengangkat dampak pembangunan dan deforestasi terhadap masyarakat adat Papua. Menurutnya, pembangunan yang hanya mengejar investasi kerap mengorbankan ruang hidup masyarakat lokal.

“Film ini bukan sekadar kritik pembangunan. Ada pesan besar bahwa setiap kebijakan pasti berdampak pada manusia dan lingkungan. Ironisnya, kelompok yang paling terdampak justru mereka yang paling jarang didengar suaranya,” kata Rafi.

Ia menegaskan bahwa hutan bagi masyarakat adat Papua bukan hanya sumber ekonomi, melainkan bagian dari identitas dan kehidupan sosial mereka. Karena itu, kerusakan hutan tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga menghapus sejarah dan hak hidup masyarakat adat secara perlahan.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya dan PGN Petakan Pipa Gas untuk Cegah Kebocoran

Isu deforestasi Papua sendiri terus menjadi perhatian berbagai lembaga lingkungan. Papua dikenal sebagai salah satu kawasan dengan hutan tropis terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting terhadap keseimbangan iklim dunia. Namun di sisi lain, pembukaan lahan dan aktivitas industri ekstraktif terus memicu konflik sosial serta ancaman terhadap masyarakat adat.

Melalui kegiatan ini, GMNI Raden Wijaya UWKS dan GMNI FMIPA UNESA berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu membangun sikap kritis terhadap praktik kolonialisme modern yang masih terjadi hingga saat ini.

Diskusi film tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk melihat bahwa persoalan kemanusiaan, lingkungan, dan keadilan sosial tidak pernah berdiri sendiri. Ketiganya saling berkaitan dan membutuhkan keberpihakan nyata dari negara maupun masyarakat sipil.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT