Sabtu, Juli 20, 2024

DPR RI Sebut Kota Surabaya Layak Jadi Percontohan PTM Nasional

TheJatim. Surabaya – Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bidang Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah mengapresiasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Rombongan Komisi X DPR RI, disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan jajaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya, melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang sangat serius dalam mempersiapkan tahapan-tahapan pada pelaksanaan PTM.

“Kota Surabaya sangat luar biasa, karena kasus Covid-19 turun dengan sangat drastis. Pemerintah dan Dinas Pendidikan juga sangat siap dengan melibatkan masyarakat dalam proses pelaksanaan PTM,” ungkapnya, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga:  Halili Yasin Resmi Pimpin DPRD Pamekasan

Agustina juga mengatakan, bahwa Kota Surabaya layak menjadi Kota percontohan dalam penerapan pelaksanaan PTM 100. Menurutnya, Pemkot Surabaya memiliki cara yang kongkrit dalam menghindari kluster sekolah dengan menggelar tes swab berkala.

“Hal ini membuat Surabaya sangat baik menjadi percontohan untuk pelaksanaan persiapan PTM bagi seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” jelasnya.

Armuji menyampaikan, bahwa Komisi X DPR RI ingin mengetahui, perkembangan dan persiapan pembukaan sekolah, pada proses penyelenggaraan PTM di Kota Surabaya.

“Selain itu, mereka (Komisi X DPR RI, red)juga ingin mengetahui bagaimana tata kelola penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi Covid-19 dan perkembangan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik,” ujar Armuji, saat di Ruang Sidang Walikota.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Apresiasi 10 Perguruan Tinggi penerima Anugerah Eco Campus

Armuji mengatakan, bahwa Pemkot Surabaya berupaya menyeimbangkan ketentuan pelaksanaan PTM, berdasarkan SKB 4 Menteri dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

“Terkait PTM, Pemkot Surabaya sangat berhati-hati. Pada pelaksanaan PTM, kami telah berkoordinasi dengan Pakar Epidemiologi dan Pakar Kesehatan Masyarakat. Hasilnya, Pemkot Surabaya menerapkan 25 persen kapasitas untuk PTM,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menjelaskan, bahwa pelaksanaan PTM di Surabaya telah berlangsung di tingkat SD dan SMP, atas izin dari masing-masing wali murid.

“Kami juga melibatkan masyarakat, salah satunya adalah orang tua siswa, tetapi juga ada sekolah yang belum menggelar PTM karena belum mendapat persetujuan dari orang tua,” jelasnya.

Baca Juga:  RAPBD Kota Surabaya Tahun 2022 , Wakil Walikota Armuji : Pemkot Surabaya siapkan Bimbingan bagi 1000 Pencari Kerja

Supomo mengaku, sebanyak 651 SD Negeri dan Swasta, serta 317 SMP Negeri dan Swasta telah menggelar PTM terbatas yang terus dilakukan monitoring secara berkala.

“Kami juga melakukan tes swab kepada siswa dan guru secara rutin, hasilnya hingga saat ini tidak ditemukan kluster sekolah di Kota Surabaya,” ujarnya.

Namun, Supomo juga menerangkan, bahwa pihaknya bersama Pakar Epidemiologi dan Pakar Kesehatan Masyarakat, telah menyepakati penerapan PTM secara 100 persen di Kota Pahlawan.

“Pertimbangannya, kami menunggu usai bulan Desember, yang diperkirakan ada eskalasi dari Covid-19,” terangnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Populer
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terkait
ADVERTISEMENT