TheJatim.com – Kondisi gelap di Jalan Dupak kembali menjadi sorotan setelah kasus pembacokan terhadap dua remaja terjadi pada Jumat malam, 20 Maret 2026. Insiden itu memperkuat kekhawatiran warga terhadap tingginya potensi kriminalitas di kawasan yang dikenal sebagai jalur padat aktivitas tersebut.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan perbaikan penerangan jalan umum (PJU). Ia menilai minimnya pencahayaan menjadi faktor krusial yang memperbesar peluang tindak kejahatan, terutama pada jam-jam rawan.
“Persoalan di Jalan Dupak ini tidak bisa dianggap sepele. Ini menyangkut keselamatan warga yang melintas setiap hari,” ujarnya, Minggu (23/3/2026).
Peristiwa pembacokan itu terjadi sekitar pukul 00.00–01.00 WIB, di dekat SPBU kawasan Pasar Turi. Dua remaja yang berboncengan sepeda motor dari arah Pasar Turi menuju Dupak Jaya dipepet oleh dua sepeda motor berisi enam orang pelaku. Mereka ditendang hingga terjatuh, lalu diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit.
Salah satu korban mengalami luka serius di bagian punggung dengan panjang luka sekitar 10 sentimeter dan kedalaman 3–4 sentimeter. Sementara korban lainnya dipukul menggunakan balok kayu di bagian kepala, beruntung masih terlindungi helm. Pelaku juga sempat merampas telepon genggam korban sebelum melarikan diri.
Warga sekitar yang mengenal keluarga korban segera memberikan pertolongan, disusul patroli kepolisian yang kebetulan melintas dan langsung menangani kejadian tersebut. Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Bubutan.
Kahfi menegaskan, kondisi PJU yang mati sama saja dengan tidak ada. Ia meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar tambal sulam.
“Lampu jalan yang tidak berfungsi itu keberadaannya seperti tidak ada. Ini harus jadi prioritas,” tegasnya.
Selain perbaikan PJU, ia juga mendorong pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, pengawasan berbasis teknologi dapat membantu aparat dalam mengidentifikasi pelaku sekaligus memberikan efek jera.
Tidak hanya itu, peningkatan patroli rutin pada jam-jam rawan juga dinilai penting untuk menekan angka kriminalitas. Kehadiran aparat keamanan di lapangan diyakini mampu memberi rasa aman bagi masyarakat yang melintas.
Berdasarkan keterangan warga, Jalan Dupak memang kerap menjadi lokasi berbagai tindak kejahatan, mulai dari penjambretan hingga pembegalan. Minimnya penerangan dan adanya titik-titik gelap (blank spot) membuat pelaku leluasa beraksi.
Situasi ini dinilai memerlukan respons cepat dan terukur dari pemerintah. Perawatan infrastruktur dasar seperti PJU, pemetaan kawasan rawan, serta kolaborasi antara pemerintah dan aparat keamanan menjadi kunci untuk menekan potensi kejahatan.
“Keamanan warga adalah hal mendasar. Negara harus hadir memastikan ruang publik aman dan kondusif,” pungkas Kahfi.


