Jumat, 4 April 2025
Image Slider

Stafsus Milenial Presiden, Hanya Habiskan Anggaran?

TheJatim. Jakarta – Perwakilan Persaudaraan Aktivis dan Warga (Pandawa) Nusantara, Andi Wahyudin menilai, belum ada manfaat dari keberadaan Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden saat ini.

Justru, menurut pria yang akrab disapa Wahyu itu, yang terdengar dari stafsus milenial ini hanyal pernyataan-pernyataan kontroversial. “Tidak ada kontribusi yang nyata dari stafsus milenial yang dirasakan kaum milenial, jadi lebih baik dibubarkan saja,” tegasnya.

ADVERTISIMENT
Baca Juga:  Tingkatkan Elektabilitas Prabowo, Gerindra Surabaya Safari Konsolidasi Politik

Stafsus milenial, kata Wahyu, tidak memiliki kontribusiyang nyata. “Hanya menghabiskan anggaran,” ujarnya dalam diskusi daring yang digelar Jakarta Journalist Center dengan tema ‘Sumpah Pemuda 28 Oktober, Memasuki Revolusi 4.5’, Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

Generasi milenial, lanjutnya, kurang mendapat ruang kreatifitas saat ini. Keberadaan Stafsus Milenial Presiden juga belum menunjukkan kinerja yang berarti. Padahal, kaum milenial, kata Wahyu, berharap ada wajah kebijakan yang hadir bagi milenial.

Baca Juga:  Meresahkan, Prahara Desak Aparat Penegak Hukum Tangkap Produsen Rokok Ilegal Merk Gico dan Dubai

Wahyu menegaskan, milenial saat ini juga harus siap dengan segala perubahan guna menghadapi masa Revolusi Industri 4.5. Baginya, itu harus dipicu oleh Stafsus Milenial Presiden.

Ancaman bonus demografi, Wahyu melihat harus disiapkan baik oleh pemuda-pemudi ataupun pemerintah. Membuka ruang-ruang kreatif, Wahyu menilai, merupakan salah satu solusi yang harus digarap pemerintah.

Baca Juga:  Ketua DPD RI Minta Metode Penyaluran Vaksin ke Daerah Diperbaiki

Ia juga menyoroti perkembangan digital yang menjadi satu tantangan yang sangat membahayakan. Wahyu menilai, bila hal itu tidak dikontrol bisa menjadi dua mata pisau. “Bisa positif dan negatif,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Karang Taruna Papua Barat, Armando Rilon Idorway. Menurutnya, keberadaan Stafsus Milenial Presiden belum relevan dan belum dirasakan kinerjanya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Populer
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terkait
ADVERTISEMENT