Rabu, 22 April 2026
Image Slider

DPRD Surabaya Desak Satpol PP Humanis Usai Tragedi Pengamen Tewas

TheJatim.com – DPRD Kota Surabaya mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengubah pola penertiban agar lebih persuasif dan humanis. Desakan ini mencuat setelah seorang pengamen dilaporkan meninggal tenggelam di Kali Jagir saat berusaha menghindari patroli petugas.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Mohammad Saifuddin, menegaskan bahwa fenomena anak jalanan, pengamen, maupun pengemis adalah realitas sosial di kota besar. Surabaya, sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, disebutnya tak bisa menutup mata terhadap dinamika tersebut.

Baca Juga:  Mudik Gratis Pemprov Jawa Timur, PKC PMII Sebut Dukung Mobilitas Mahasiswa Perantau

“Anjal, pengamen, atau pengemis itu tidak bisa dihapus begitu saja. Itu adalah sebuah keniscayaan di kota-kota metropolis seperti Surabaya,” ujar Saifuddin, Selasa (26/8/2025).

Politisi Demokrat ini menekankan, aturan daerah memang harus ditegakkan, tetapi Satpol PP tidak boleh menggunakan cara-cara represif. Menurutnya, pendekatan persuasif lebih sesuai agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga:  Praktisi Anggaran Bongkar Kejanggalan Anggaran Makan Minum Pejabat Surabaya

“Satpol PP tidak boleh represif. Harus persuasif, humanis. Rakyat harus diayomi dan dibina, bukan ditakut-takuti,” tegasnya.

Saifuddin memastikan DPRD Surabaya akan meminta Pemerintah Kota melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola kerja Satpol PP. Ia menilai, keberadaan perda tetap penting, namun pendekatan kemanusiaan harus menjadi prioritas.

“Ke depan, Satpol PP harus menegakkan aturan dengan cara yang lebih manusiawi. Jangan sampai ada korban lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua Komisi A DPRD Surabaya Luruskan Isu Sengketa Lahan dengan MBG

Ia juga mengingatkan bahwa pengamen maupun anak jalanan tetap bagian dari warga negara yang harus diperlakukan setara.

“Siapapun mereka, tetap warga yang harus diayomi. Mereka adalah anak bangsa yang butuh pendampingan. Kalau ada perilaku kurang baik, mari kita perbaiki bersama, bukan malah berujung tragedi,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT