Jumat, 30 Januari 2026
Image Slider

Cak Yebe Apresiasi Gelar Pusaka Keris Nusantara di Surabaya

TheJatim.com – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak Yebe, mengapresiasi penyelenggaraan Budaya Gelar Pusaka Paguyuban Brojo Wahni Nusantara bertema Warisan Nusantara Mercusuar Dunia. Kegiatan tersebut digelar di Soto Seger Joyoboyo, Jumat (19/12/2025).

Menurut Cak Yebe, pameran keris ini bukan sekadar agenda budaya, melainkan ruang perjumpaan antara sejarah, identitas, dan generasi masa kini yang mulai berjarak dengan akar tradisi. Ia menilai inisiatif komunitas Brojo Wahni layak mendapat dukungan karena menghadirkan budaya secara dekat dan membumi.

“Pameran keris yang diinisiasi Brojo Wahni patut diapresiasi sebagai bagian dari pelestarian budaya. Keris bukan hanya benda pusaka, tapi juga identitas dan peradaban Nusantara,” ujarnya.

Baca Juga:  Kementerian Agama Tetapkan Surabaya Sebagai Kota Wakaf Pertama di Jatim

Dalam kesempatan itu, Cak Yebe melihat langsung berbagai koleksi keris dari sejumlah era kerajaan di Jawa, Madura, hingga wilayah luar Jawa seperti Nusa Tenggara Barat. Sebagai bentuk dukungan nyata, ia membeli lima bilah keris tua dari masa Kerajaan Mataram, Tuban, hingga era Trunojoyo.

“Saya melihat langsung keris-keris lama dari berbagai kerajaan, mulai Tuban, Mataram, Pajajaran, Kasepuhan dan Kanoman Cirebon sampai Trunojoyo. Ini bukan soal koleksi, tapi cara merawat sejarah agar tetap hidup,” kata Cak Yebe yang dikenal gemar olahraga bela diri jujitsu.

Baca Juga:  Target Rutilahu Meningkat, Wakil Walikota Surabaya Kunjungi Penerima manfaat

Ia juga mengingatkan bahwa keris Indonesia telah mendapat pengakuan dunia. Keris ditetapkan UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 25 November 2005 dan masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 4 November 2008.

“Pengakuan itu menegaskan keris sebagai simbol sejarah, sosial, dan spiritual bangsa. Tantangannya sekarang bagaimana generasi muda tidak tercerabut dari nilai-nilai tersebut,” ujarnya.

Cak Yebe menilai ruang-ruang budaya seperti Gelar Pusaka perlu terus dihidupkan agar warisan leluhur tetap hadir dalam keseharian masyarakat. Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas terkait bisa bersinergi dengan komunitas budaya untuk menghadirkan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Ini Hukuman Bagi Pemilik Jaringan Utilitas Bodong dan Telat Bayar Sewa di Surabaya

“Kegiatan seperti ini menjadi media edukasi yang hidup. Anak muda bisa belajar filosofi, seni, hingga teknologi yang terkandung dalam keris,” katanya.

Ia menambahkan, sebagai kota besar dengan sejarah panjang, Surabaya memiliki tanggung jawab menjaga warisan budaya agar tetap relevan. Kolaborasi komunitas, pemerintah, dan masyarakat dinilainya menjadi kunci agar pusaka Nusantara terus bersinar di tingkat global.

“Kalau dirawat bersama, budaya Nusantara bukan hanya lestari, tapi juga membanggakan di mata dunia,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT