TheJatim.com – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan yang jatuh pada 10 Januari 2026, kader PDI Perjuangan Surabaya menggelar tasyakuran dengan tumpengan di Pesarean Ki Ageng Pengging, Jalan Ngagel No. 87, Surabaya.
Kegiatan ini diprakarsai kader PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat, dan diikuti sejumlah kader partai, budayawan dari Komunitas Tunggak Jati Nusantara, serta warga sekitar. Tasyakuran tersebut menjadi bagian dari rangkaian refleksi HUT PDI Perjuangan yang tahun ini mengusung tema Satyam Eva Jayate dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya, yang bermakna “Kebenaran akan Menang”.
Achmad menyampaikan, peringatan HUT partai tidak sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat ideologi Pancasila di tengah situasi sosial dan politik yang dinamis. Menurutnya, kader dan simpatisan PDI Perjuangan harus tetap menjadikan nilai Pancasila sebagai pijakan utama dalam bersikap dan bertindak.
“Semangat berkobar-kobar untuk menggelorakan nafas Pancasila 1 Juni 1945 di tengah kondisi yang tidak menentu harus menjadi pijakan seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan,” ujar alumni aktivis GMNI itu.
Ia juga berharap PDI Perjuangan terus menjadi benteng utama dalam menjaga Bhinneka Tunggal Ika, khususnya di Kota Surabaya. Peran tersebut, kata dia, penting agar partai tetap memberi warna positif bagi kemajuan pembangunan kota sekaligus menjaga harmoni sosial.
Achmad menambahkan, dinamika politik, penyampaian aspirasi, hingga kritik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Selama niatnya untuk kebaikan bersama, ia meyakini semua perbedaan akan bermuara pada kasih sayang dan persatuan.
“Dinamika, penyampaian aspirasi, kritik adalah sebuah keniscayaan. Yang penting niatnya untuk kebaikan bersama, nanti akan terwujud kasih sayang,” imbuhnya.
Pemilihan Pesarean Ki Ageng Pengging sebagai lokasi tasyakuran juga memiliki makna historis. Ki Ageng Pengging, yang dikenal juga dengan nama Kebo Kenongo, merupakan salah satu tokoh penting dan cikal bakal Kota Surabaya. Ia juga dikenal sebagai ayahanda Joko Tingkir, pendiri Kesultanan Pajang.
Saat ini, kompleks pemakaman Ki Ageng Pengging telah resmi diambil alih oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pemkot Surabaya menerima hibah lahan dan bangunan tersebut untuk dikelola dan dipelihara dengan baik sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya kota.
Dalam prosesi tumpengan, doa bersama turut dipanjatkan untuk Proklamator Bung Karno, Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri, para senior partai, kader dan simpatisan PDI Perjuangan, serta seluruh masyarakat Surabaya agar senantiasa mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.



