Senin, 25 Mei 2026
Image Slider

Surabaya Matangkan Atlet Porprov 2027 Lewat 40 Cabor Piala Wali Kota

TheJatim.com – Pemerintah Kota Surabaya mulai menggeber persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menggelar Piala Wali Kota Surabaya 2026, yang melibatkan 40 cabang olahraga sebagai bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet potensial.

Ajang yang digelar sejak 10 April hingga 28 Juni 2026 ini tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan, melainkan dirancang sebagai pintu masuk menuju pusat latihan cabang (Puslatcab). Momentum ini juga beririsan dengan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, sekaligus menjadi indikator awal kesiapan Kota Pahlawan sebagai tuan rumah Porprov mendatang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa pembinaan atlet kini difokuskan pada proses jangka panjang, bukan sekadar hasil instan dari kompetisi.

Baca Juga:  Rembuk Merah Putih FKPT Jatim: Merawat Toleransi, Tangkal Radikalisme

Menurutnya, seleksi atlet dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia dan masing-masing pengurus cabang olahraga. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.279 nomor pertandingan akan dipertandingkan, dengan jumlah peserta yang masih terus bertambah seiring proses pendaftaran.

“Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi bagaimana kita membangun fondasi atlet menuju Porprov 2027. Seleksi dilakukan ketat, mulai dari nomor pertandingan hingga kesiapan wasit dan juri yang wajib bersertifikat,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Dari sisi teknis, Pemkot Surabaya juga memastikan seluruh venue yang digunakan telah memenuhi standar. Sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota, seperti Gelora Pancasila, Lapangan THOR, hingga kawasan Gelora Bung Tomo, menjadi lokasi utama pertandingan yang tersebar di berbagai titik.

Baca Juga:  Armuji Pimpin DPC PDIP Surabaya Fokus Pemilih Muda

Langkah ini dinilai penting untuk menguji kesiapan infrastruktur sekaligus memberikan pengalaman kompetisi yang layak bagi para atlet. Apalagi, status Surabaya sebagai tuan rumah Porprov 2027 menuntut kesiapan tidak hanya dari sisi atlet, tetapi juga penyelenggaraan.

Menariknya, gelaran tahun ini juga menghadirkan sejumlah cabang olahraga baru seperti kabaddi, pickleball, hingga domino. Kehadiran cabor non-konvensional ini dinilai sebagai strategi memperluas basis pembinaan sekaligus membuka ruang bagi talenta-talenta baru yang sebelumnya belum terakomodasi.

Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, menegaskan bahwa mekanisme seleksi atlet sepenuhnya mengacu pada kebutuhan Porprov 2027, khususnya terkait batas usia dan potensi prestasi.

“Fokusnya jelas, atlet yang disiapkan adalah mereka yang masih memenuhi syarat usia dan punya peluang berkembang. Jadi ini bukan sekadar turnamen, tapi proses serius mencari kekuatan utama Surabaya,” katanya.

Baca Juga:  Cak Yebe Kritik Program Kampung Pancasila Surabaya: Minim Perencanaan

Jika melihat tren sebelumnya, Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi dengan persaingan olahraga paling ketat di Indonesia. Pada Porprov sebelumnya, dominasi kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Sidoarjo menjadi bukti bahwa pembinaan atlet berbasis daerah menjadi kunci utama.

Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis kompetisi berjenjang, Surabaya kini mencoba mengunci keunggulan sejak dini. Piala Wali Kota 2026 pun menjadi etalase awal sekaligus barometer sejauh mana kesiapan atlet menghadapi panggung Porprov 2027.

Di sisi lain, antusiasme tinggi dari peserta dan cabang olahraga menunjukkan bahwa ekosistem olahraga di Surabaya masih tumbuh dinamis. Jika konsistensi pembinaan ini terjaga, bukan tidak mungkin Kota Pahlawan kembali menjadi kekuatan dominan di tingkat provinsi.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT