TheJatim.com – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global dan percepatan transformasi digital. Hal itu disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri Kota Surabaya masa bakti 2024-2029 di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (17/5/2026) malam.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan yang akrab disapa Ipuk itu meminta Kadin Surabaya tidak hanya fokus pada pertumbuhan investasi, tetapi juga mampu memperluas lapangan pekerjaan dan memperkuat sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Menurutnya, Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dan pelaku usaha agar roda ekonomi tetap bergerak stabil. Apalagi, persaingan usaha saat ini semakin ketat akibat perkembangan teknologi dan perubahan pola bisnis masyarakat.
“Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat ekonomi daerah. Karena itu sinergi harus terus dibangun agar investasi tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan UMKM semakin berkembang,” ujar Ipuk.
Ia menilai sektor UMKM masih menjadi fondasi utama ekonomi masyarakat Surabaya. Karena itu, Kadin diharapkan mampu menghadirkan program nyata yang menyentuh kebutuhan pelaku usaha kecil, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar hingga kemudahan pengurusan izin usaha dan sertifikasi produk.
Menurut data Pemerintah Kota Surabaya, jumlah pelaku UMKM di Kota Pahlawan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga usaha berbasis digital rumahan. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal jika dibarengi pendampingan yang berkelanjutan.
Ipuk memastikan DPRD Surabaya siap mendukung kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing usaha lokal. Ia menegaskan, keberhasilan UMKM naik kelas akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“UMKM harus naik kelas. Kalau pelaku usaha kecil berkembang, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Ia juga mengapresiasi konsep pelantikan Kadin Surabaya yang digelar terbuka dengan melibatkan pelaku UMKM melalui pesta rakyat dan gebyar usaha kecil. Menurutnya, konsep tersebut menunjukkan bahwa organisasi pengusaha tidak boleh berjarak dengan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum memperkuat kolaborasi ekonomi antara dunia usaha dan masyarakat,” imbuhnya.
Dalam pelantikan tersebut, Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti resmi dilantik sebagai Ketua Kadin Surabaya periode 2024-2029. Acara turut dihadiri La Nyalla Mahmud Mattalitti, jajaran Forkopimda, pelaku usaha, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Surabaya Syamsul Hariadi yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Selain prosesi pelantikan, Kadin Surabaya juga menyerahkan simbolis 733 bibit pohon mahoni kepada Pemerintah Kota Surabaya. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari komitmen dunia usaha terhadap pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan perkotaan.


