TheJatim.com – Aliansi BEM Surabaya (ABS) mengimbau generasi muda untuk memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru dengan kegiatan yang positif serta menjunjung tinggi rasa empati terhadap masyarakat terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Sumatera.
Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi, menegaskan bahwa libur Nataru seharusnya tidak hanya diisi dengan aktivitas hiburan, tetapi juga menjadi ruang refleksi, kepedulian sosial, dan penguatan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ia mengajak pemuda di Kota Surabaya untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga dan lingkungan terdekat, serta menjauhi aktivitas negatif yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti balap liar dan tindak kriminalitas.
“Libur Natal dan Tahun Baru seharusnya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan penuh makna. Pemuda Surabaya jangan terlibat balap liar maupun aksi kriminal yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar Nasrawi dalam rilis pernyataannya.
Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan karakter pemuda Surabaya yang berintegritas. Justru sebaliknya, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi. Menjaga kondusivitas kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” tegasnya.
Selain soal ketertiban, Nasrawi juga menekankan pentingnya tenggang rasa dan empati sosial. Ia mengingatkan bahwa di saat sebagian masyarakat merayakan libur Nataru, masih banyak saudara sebangsa di Sumatera dan wilayah lain yang tengah menghadapi musibah bencana alam.
“Perayaan tidak boleh menutup mata kita terhadap duka saudara-saudara yang terdampak bencana. Momentum ini harus memperkuat empati dan solidaritas kebangsaan,” ungkapnya.
Aliansi BEM Surabaya berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus dijaga oleh mahasiswa dan pemuda sebagai agen perubahan, agar libur Nataru dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa kemanusiaan.


