TheJatim.com – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menilai langkah Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang mengirimkan surat duka kepada Pemerintah Republik Islam Iran atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, sebagai sikap kenegarawanan di tengah situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyebut pesan belasungkawa tersebut bukan sekadar formalitas diplomatik. Ia menilai, pernyataan Megawati memuat pesan moral yang kuat agar konflik internasional tidak diselesaikan melalui agresi militer sepihak.
“Dalam situasi global yang penuh ketegangan, pernyataan Ibu Megawati mengingatkan bahwa penyelesaian konflik harus melalui dialog, perundingan yang adil, dan penghormatan terhadap hukum internasional,” ujar Deni di Surabaya, Rabu (4/3/2026).
Krisis Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir memang menjadi perhatian dunia. Eskalasi ketegangan yang melibatkan sejumlah negara kawasan berdampak langsung pada stabilitas politik dan ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan kekhawatiran terhadap keamanan regional. Sejumlah lembaga internasional juga terus mendorong de-eskalasi dan penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Dalam suratnya, Megawati menyampaikan duka mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran. Ia mengenang Ayatollah Ali Khamenei sebagai ulama dan pemimpin yang memimpin bangsanya dalam tekanan geopolitik yang kompleks. Megawati juga menegaskan pentingnya menjaga prinsip perdamaian serta menolak tindakan yang berpotensi memperluas konflik.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menilai sikap tersebut selaras dengan fondasi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Sejak awal kemerdekaan, Indonesia dikenal mendorong penyelesaian sengketa melalui dialog dan kerja sama internasional.
Deni menambahkan, pesan Megawati sejalan dengan semangat Konferensi Asia-Afrika yang melahirkan Dasasila Bandung. Prinsip itu menekankan penghormatan terhadap kedaulatan negara, penyelesaian sengketa secara damai, serta penolakan terhadap kolonialisme dan dominasi kekuatan besar.
Menurutnya, di tengah krisis global yang terus berubah, nilai-nilai tersebut tetap relevan. Dunia, kata dia, membutuhkan lebih banyak pemimpin yang mengedepankan kemanusiaan dibanding konfrontasi.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga melihat sikap Megawati sebagai kesinambungan pemikiran geopolitik yang dirintis oleh Soekarno. Konsep tatanan dunia yang adil dan setara menjadi pijakan penting dalam membangun hubungan antarbangsa.
“Kita melihat Ibu Megawati berbicara bukan hanya sebagai tokoh politik nasional, tetapi sebagai negarawan yang mengingatkan arah moral dunia internasional,” tegas Deni.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap ketegangan di Timur Tengah dapat segera mereda melalui jalur diplomasi dan perundingan damai. Stabilitas kawasan dinilai penting untuk mencegah dampak kemanusiaan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat sipil yang kerap menjadi korban utama konflik bersenjata.
Di tengah dinamika global yang tidak menentu, pesan perdamaian dari Indonesia dinilai menjadi pengingat bahwa diplomasi dan dialog tetap menjadi jalan rasional untuk menjaga stabilitas dunia.
“Warisan pemikiran Bung Karno tentang persaudaraan bangsa-bangsa dan tatanan dunia yang lebih adil tetap relevan hingga hari ini. Nilai-nilai itulah yang kembali diingatkan oleh Ibu Megawati di tengah krisis global yang sedang terjadi,” tutup Deni.


