TheJatim.com – Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di tengah tekanan global mulai digencarkan sejumlah elemen di Surabaya. Salah satunya dilakukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya yang membangun komunikasi langsung dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Rabu (13/5/2026).
Ketua Kadin Surabaya, HM Ali Affandi LNM, bersama jajaran pengurus mendatangi Kantor Muhammadiyah Kota Surabaya di Jalan Wuni Nomor 9. Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi biasa. Selain menyerahkan undangan pelantikan pengurus baru Kadin Surabaya, kedua pihak juga membahas situasi ekonomi Kota Pahlawan yang dinilai sedang menghadapi tantangan serius.
Ali Affandi mengatakan, kolaborasi antara organisasi pengusaha dan organisasi masyarakat keagamaan menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal. Terutama ketika pelaku usaha mulai menghadapi tekanan penurunan daya beli masyarakat dan dampak gejolak ekonomi global.
“Kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat sangat penting. Muhammadiyah memiliki jaringan besar dan kekuatan pemberdayaan umat yang nyata di Surabaya,” ujarnya usai pertemuan.
Pelantikan Dewan Pengurus Kadin Surabaya sendiri dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 17 Mei 2026 di Taman Surya Balaikota Surabaya. Momentum itu disebut akan menjadi titik awal penguatan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, hingga organisasi sosial keagamaan.
Dalam diskusi tertutup selama hampir dua jam itu, sejumlah isu strategis ikut mengemuka. Mulai dari kondisi sektor industri di Surabaya, tantangan perdagangan lokal, perlambatan konsumsi rumah tangga, hingga kondisi UMKM yang masih berupaya bangkit pascapandemi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur sebelumnya menunjukkan sektor perdagangan dan industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi Surabaya. Namun di sisi lain, tekanan harga kebutuhan pokok dan melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah menjadi persoalan yang mulai dirasakan pelaku usaha.
Ketua PDM Kota Surabaya, Dr H M Ridlwan, menyambut baik langkah Kadin Surabaya yang dinilai membuka ruang kerja sama lebih konkret. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha yang bisa menjadi basis penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami punya sekolah, rumah sakit, koperasi, dan jaringan pemberdayaan umat. Jika disinergikan dengan dunia usaha, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Ridlwan.
Ia menegaskan, Muhammadiyah Surabaya terbuka terhadap berbagai program kolaboratif, terutama yang menyasar penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebab sektor tersebut dinilai menjadi tulang punggung ekonomi warga perkotaan.
Tidak hanya berhenti pada pertemuan formal, kedua pihak juga membahas peluang pelatihan kewirausahaan bagi warga binaan Muhammadiyah. Program itu dipandang penting untuk menciptakan pelaku usaha baru sekaligus memperluas lapangan pekerjaan di tengah kompetisi ekonomi yang semakin ketat.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Bahkan agenda ditutup dengan Shalat Maghrib berjamaah serta komitmen bersama untuk menindaklanjuti rencana kerja sama yang telah dibahas.
Langkah Kadin Surabaya menggandeng Muhammadiyah dinilai menjadi sinyal bahwa penguatan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Keterlibatan organisasi masyarakat, komunitas keagamaan, dan pelaku usaha kini menjadi faktor penting menjaga ketahanan ekonomi Kota Surabaya.


