Thejatim.com. Surabaya – Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap tantangan zaman melalui penyelenggaraan Webinar Kewirausahaan bertajuk “Dari Pendidikan ke Dunia Usaha: Inspirasi Kewirausahaan bagi Calon Guru SD.” Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 09.00–12.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Dr. Syaifuddin Noer, M.Pd., LPCP., CBC dan Okky Dinda Wildana, S.Pd., Gr., C.T.
Webinar ini tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai dunia usaha, tetapi menjadi ruang transformasi bagi mahasiswa PGSD untuk membangun pola pikir bahwa profesi guru di era modern tidak hanya identik dengan kegiatan mengajar di kelas. Seorang guru juga memiliki peluang menjadi edupreneur, yaitu pendidik yang mampu menciptakan inovasi, menghasilkan karya, membuka peluang usaha berbasis pendidikan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam sesi pertama, Dr. Syaifuddin Noer menegaskan bahwa guru masa depan harus mampu menciptakan nilai (value) dan dampak (impact) melalui kompetensi yang dimilikinya. Menurutnya, guru tidak cukup hanya memiliki keterampilan pedagogik, tetapi juga perlu mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, serta keberanian mengambil peluang. Transformasi tersebut diwujudkan melalui tahapan pengembangan diri mulai dari mahasiswa, guru, entrepreneur, leader, hingga menjadi impact creator yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa mahasiswa perlu mulai mengenali potensi diri, mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar, berani memulai dari langkah kecil, aktif berorganisasi, serta konsisten belajar agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan lulusan PGSD yang tidak hanya siap menjadi pendidik profesional, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan inovasi di bidang pendidikan.
Sementara itu, Okky Dinda Wildana mengajak mahasiswa untuk melihat kewirausahaan sebagai proses mengembangkan potensi diri melalui kreativitas. Ia memperkenalkan konsep Side Hustle for Future Educators, yaitu bagaimana seorang calon guru dapat mengubah hobi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan tanpa meninggalkan identitasnya sebagai pendidik.
Peserta memperoleh berbagai strategi praktis dalam membangun usaha berbasis kompetensi pendidikan, mulai dari mengembangkan kemampuan desain, literasi digital, public speaking, manajemen proyek, hingga kepekaan finansial. Selain itu, mahasiswa diajak mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan dari minat pribadi, seperti penulisan buku anak, pembuatan media pembelajaran digital, storytelling, desain edukatif, coding untuk anak, hingga pengembangan konten edukasi kreatif.
Salah satu pesan penting yang disampaikan narasumber adalah bahwa kewirausahaan bukan hanya bertujuan memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui inovasi pendidikan. Guru yang memiliki jiwa kewirausahaan adalah guru yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang, menciptakan nilai tambah, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta didik dan lingkungan.
Webinar ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan wawasan mahasiswa mengenai pentingnya membangun entrepreneurial mindset sejak masih berada di bangku kuliah. Mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kompetensi pedagogik dapat dipadukan dengan kreativitas, teknologi, literasi digital, dan inovasi bisnis sehingga menghasilkan berbagai produk maupun layanan pendidikan yang bernilai ekonomi sekaligus berdampak sosial.

Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi mahasiswa untuk mulai mengembangkan ide usaha sederhana berbasis keahlian yang dimiliki, membangun personal branding sebagai calon guru profesional, memperluas jejaring kolaborasi, serta menumbuhkan keberanian dalam mengeksekusi gagasan inovatif.
Semangat tersebut sejalan dengan filosofi yang disampaikan para narasumber bahwa keberhasilan seorang edupreneur dimulai dari keberanian untuk belajar, mencoba, dan terus bertumbuh. Melalui penyelenggaraan webinar ini, Program Studi S1 PGSD FIP UNESA kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pedagogik, tetapi juga memiliki karakter inovatif, mandiri, adaptif, serta mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat melalui pengembangan edupreneurship.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21 sekaligus mendukung lahirnya calon guru yang siap menghadapi dinamika dunia kerja dan perkembangan ekonomi kreatif berbasis pendidikan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan penyelenggaraan webinar yang dipublikasikan oleh PGSD UNESA, yaitu membekali mahasiswa dengan wawasan kemandirian ekonomi, kreativitas, dan keterampilan hidup agar menjadi guru yang inovatif sekaligus mampu membuka peluang ekonomi kreatif di masa depan.


