Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Guruh Soekarnoputra Wafat, PDI Perjuangan Jatim Kenang Pengabdian Politik dan Budaya

TheJatim.com – Dunia politik dan seni Indonesia berduka. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) dalam usia 73 tahun.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Guruh Soekarnoputra. Beliau adalah figur teladan yang tidak hanya melanjutkan api perjuangan Bung Karno di panggung politik, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat kebudayaan bangsa,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono, Sabtu (26/9/2026).

Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kabar tersebut juga disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. ANTARA melaporkan, Guruh meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Bagi Jawa Timur, nama Guruh tidak hanya terkait dengan keluarga besar Soekarno dan PDI Perjuangan. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai anggota DPR RI dari sejumlah daerah pemilihan di Jatim. Profil resmi DPR mencatat Guruh terpilih dari Dapil Jatim VI pada periode 1999-2004 dan 2004-2009.

Baca Juga:  Megawati dan Kader PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno, Istana Gebang Siap Diresmikan

Setelah itu, Guruh mewakili Dapil Jawa Timur I yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo selama dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019. Pada Pemilu 2019, ia kembali ke Dapil Jatim VI yang mencakup Kediri, Blitar, dan Tulungagung, lalu menjalani periode terakhirnya sebagai anggota DPR RI 2019-2024.

“Bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya yang memiliki komitmen utuh terhadap cita-cita kebangsaan. Pengabdian beliau selama bertahun-tahun di DPR RI dan berbagai kegiatan sosial menjadi bukti nyata dedikasinya untuk masyarakat,” kata Deni.

Rekam jejak tersebut membuat perjalanan Guruh di parlemen membentang cukup panjang. Dokumen DPR juga mencatat ia sebelumnya telah duduk sebagai anggota DPR RI periode 1992-1997 melalui Partai Demokrasi Indonesia, sebelum melanjutkan kiprahnya bersama PDI Perjuangan pada era Reformasi.

Baca Juga:  DPRD Jatim Desak Aturan Baku, Hentikan Pungli Berkedok Sumbangan Sekolah

Di luar parlemen, Guruh dikenal luas sebagai seniman dan budayawan. Ia mengembangkan aktivitas kesenian melalui Swara Maharddhika dan GSP Production, termasuk eksperimen musik bersama Guruh Gipsy. Album Guruh Gipsy yang dirilis pada 1976 menjadi salah satu karya yang ikut menandai perjalanan musik eksperimental Indonesia.

“Karya-karya seni beliau adalah warisan abadi yang memperkaya khazanah budaya Nusantara dan menginspirasi lintas generasi. Semangat dan dedikasi Beliau dalam menjaga jiwa seni Indonesia akan selalu hidup dalam ingatan kita semua,” tutur Deni.

Sejumlah karya Guruh seperti Zamrud Khatulistiwa, Renjana, dan Melati Suci juga menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di dunia seni. Kiprahnya memperlihatkan dua jalur pengabdian yang berjalan bersamaan, yakni politik melalui parlemen dan kebudayaan melalui karya seni.

Guruh lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Sebagai putra bungsu Soekarno dan Fatmawati, perjalanan hidupnya tidak hanya berada dalam bayang-bayang nama besar keluarganya. Ia membangun rekam jejak sendiri melalui politik, parlemen, seni pertunjukan, musik, serta aktivitas kebudayaan. Profil DPR menyebut Guruh sebagai seniman musik yang memiliki perhatian kuat terhadap pelestarian budaya Indonesia.

Baca Juga:  GMNI Surabaya Kompak Kawal Isu Kerakyatan dan PAD Jawa Timur

“Beliau adalah sosok yang mengabdikan hidupnya untuk politik sekaligus kebudayaan. Kami mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh amal pengabdiannya diterima,” ujar Ketua PA GMNI Jawa Timur itu.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kepergiannya meninggalkan catatan panjang di panggung legislatif Jawa Timur sekaligus jejak dalam perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia.

“Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala kesalahan dan kekhilafannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX itu.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT