Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Aksi Simbolik di UTM, BEM SI Madura Serukan Keadilan Rakyat

TheJatim.com – BEM SI Kerakyatan Jawa Timur Korda Madura Raya menggelar aksi simbolik di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangkalan, Jumat (21/8/2026). Aksi tersebut menjadi ruang refleksi mahasiswa atas persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya menghadirkan keadilan bagi masyarakat Madura.

Presiden Mahasiswa UTM, Mahrus Ali, mengatakan aksi itu tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Mahasiswa ingin mengingatkan kembali bahwa makna kemerdekaan harus dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Kemerdekaan bukan hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar terasa arti dari kemerdekaan itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Mahrus, momentum refleksi menjadi penting karena berbagai persoalan masyarakat masih membutuhkan perhatian serius. Mahasiswa menilai kemerdekaan tidak cukup diukur dari usia negara, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan warga memperoleh hak dan kesempatan yang setara.

Baca Juga:  PMII Apresiasi Polrestabes Surabaya Kawal Demonstrasi Humanis dan Profesional

Sejumlah isu Madura turut menjadi sorotan. BEM SI Kerakyatan Madura Raya menyinggung pengelolaan minyak dan gas, penertiban galian C, pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

Sorotan terhadap ketimpangan tersebut juga muncul di tengah pembahasan mengenai potensi ekonomi Madura. Sejumlah kajian publik sebelumnya mencatat Madura memiliki sumber daya seperti tembakau, garam, serta minyak dan gas, tetapi kekayaan tersebut belum otomatis menghapus persoalan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Hangat, Gubernur Khofifah Sambut Warga di Grahadi Dengan Pelukan Tulus

Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, Moh. Iskil El Fatih, menegaskan gerakan mahasiswa tidak ingin berhenti pada refleksi. Ia menyebut persoalan di Madura harus dibawa ke ruang perjuangan yang lebih luas.

“28 Agustus bukan sekadar momentum, tetapi menjadi pengingat bahwa suara rakyat masih berhadapan dengan ketimpangan dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak,” tegas Iskil.

Ia mengatakan Madura memiliki sumber daya yang besar sehingga masyarakat berhak mendapatkan manfaat yang lebih adil. “Dari Madura yang kaya sumber daya, kami menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat,” katanya.

Sikap tersebut sejalan dengan agenda BEM SI Kerakyatan Jawa Timur yang dalam beberapa waktu terakhir kembali menempatkan isu keadilan dan kepentingan masyarakat sebagai fokus gerakan. Pada pertengahan Agustus, organisasi mahasiswa itu juga menyampaikan kritik melalui aksi simbolik bertajuk “Agustus Kelam, Jatim Melawan” di Surabaya.

Baca Juga:  Jangan Lewatkan! Festival Musik Surabaya Hebat, Ada 'Ndarboy Genk' yang Siap Bikin Ambyar

BEM SI Kerakyatan Madura Raya selanjutnya menyatakan akan membersamai aksi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur pada 28 Agustus 2026. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk konsolidasi mahasiswa Madura untuk membawa persoalan daerah ke tingkat Jawa Timur.

“Kami tidak sedang mencari musuh, kami sedang mencari keadilan,” kata Iskil dalam pernyataan sebelumnya mengenai sikap gerakan mahasiswa terhadap persoalan publik di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT