Kamis, 30 April 2026
Image Slider

Ansor Bawean: Pulau Bawean Butuh Transportasi Laut Aman, Bukan Bantuan Sembako

Thejatim.com – Menanggapi pemberitaan mengenai krisis sembako di Pulau Bawean serta bantuan logistik melalui KRI Surabaya yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Ketua Kaderisasi PC GP Ansor Bawean, Multazam, menyampaikan kritik. Ia menilai pemberitaan tentang krisis pangan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

“Secara pribadi, saya merasa tersinggung dengan narasi yang dibangun salah satu media seolah-olah Bawean sedang mengalami krisis pangan sehingga membutuhkan bantuan dari para relawan. Faktanya, yang terjadi di Bawean hanyalah lonjakan harga akibat permintaan pasar meningkat dan stok barang menipis menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” tegas Multazam, Sabtu (6/9/2025).

Baca Juga:  Khofifah Resmi Dilantik Sebagai Ketua Dewan Penasehat HKTI Jatim, Bertekad Wujudkan Smart Village dan Manfaatkan Teknologi Pertanian untuk Tingkatkan Produktivitas

Ia menambahkan, sektor pertanian di Bawean masih berjalan baik, sawah tetap produktif, ladang subur, dan hasil laut tetap melimpah. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika Bawean digambarkan sebagai daerah dengan krisis pangan.

Lebih lanjut, Multazam menilai kedatangan bupati maupun gubernur ke Bawean tidak otomatis menyelesaikan persoalan utama masyarakat. Baginya, masalah mendasar yang selalu berulang adalah akses transportasi laut saat musim gelombang tinggi.

Baca Juga:  Lima Tahun Terakhir: Rata-Rata Pertumbuhan APBD Jawa Timur Paling Rendah

“Ini yang seharusnya menjadi konsentrasi serius pemerintah, bagaimana memberikan layanan sistem transportasi laut yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Bawean. Bagi-bagi paket sembako dan pasar murah bukanlah solusi atas problem transportasi laut yang kami hadapi,” jelasnya.

“Apakah perlu nunggu Presiden turun ke Bawean untuk menyelesaikan persoalan transportasi laut yang setiap tahun pasti menghadapi gelombang tinggi,” tambahnya.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Serukan Sportivitas dan Persatuan di Haornas 2025

Sebagai informasi, sejak 1 September 2025 akses pelayaran menuju Bawean sempat terhenti karena cuaca buruk. Sementara itu, kapal Roro KMP Gili Iyang belum kembali beroperasi pasca insiden pada 14 Agustus lalu. Kondisi ini memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT