Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Hadiah Rp1,5 Miliar, Soekarno Run Sasar Pelari hingga Pelajar Jawa Timur

BANYUWANGI, TheJatim.com – Soekarno Run bakal membawa semangat perjuangan Bung Karno ke lintasan lari di Jawa Timur. Ajang olahraga tersebut dijadwalkan berlangsung di Banyuwangi pada 20 September 2026 dan Blitar pada 8 November 2026.

Pengarah Soekarno Run, Deni Wicaksono, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar mengejar catatan waktu atau garis finis. Lari dipilih sebagai medium untuk mengenalkan kembali nilai perjuangan Bung Karno kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Mengusung olahraga lari sebagai medium, Soekarno Run membawa pesan tentang nilai-nilai keberanian, kegigihan, persatuan, dan pantang menyerah yang diwariskan Bung Karno agar dapat terus diteruskan melalui aktivitas positif yang melibatkan masyarakat luas,” ujar Deni, Kamis (10/9/2026).

Hadiah Rp1,5 Miliar, Soekarno Run Sasar Pelari hingga Pelajar Jawa Timur

Soekarno Run juga menawarkan daya tarik dari sisi hadiah. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp1,5 miliar. Rinciannya, Rp1 miliar untuk penyelenggaraan di Banyuwangi dan Rp500 juta untuk gelaran di Blitar.

Deni menilai olahraga lari memiliki kedekatan yang semakin kuat dengan anak muda. Data yang dikutip dari riset Strava menunjukkan partisipasi anak muda dalam klub lari secara global meningkat 59 persen. Di Indonesia, kenaikannya disebut mencapai 83 persen. Tren tersebut membuat olahraga lari dinilai menjadi ruang yang potensial untuk membangun interaksi sosial sekaligus gaya hidup sehat.

Baca Juga:  Armuji dan Madas Sepakati Damai Konflik Surabaya Resmi Berakhir

“Olahraga lari menjadi simbol yang kuat dari semangat perjuangan Bung Karno. Setiap peserta dituntut untuk melangkah, bertahan, dan mencapai garis finis dengan kekuatan sendiri,” kata mantan Presiden BEM FISIP Universitas Airlangga Surabaya itu.

Selain olahraga, Soekarno Run diarahkan menjadi bagian dari pengembangan sport tourism. Banyuwangi dan Blitar dipilih bukan tanpa alasan. Keduanya memiliki kekuatan wisata, budaya, serta sejarah yang dapat menjadi bagian dari pengalaman peserta dan wisatawan.

Kehadiran peserta dari luar daerah juga diharapkan tidak berhenti di lintasan. Mereka membutuhkan hotel, transportasi, makanan, perlengkapan olahraga, hingga berbagai kebutuhan selama berada di lokasi acara. Kondisi ini membuka peluang perputaran uang bagi pelaku usaha di daerah.

“Event olahraga berskala besar memiliki ekosistem ekonomi yang luas. Peserta dan wisatawan membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, perlengkapan olahraga, hingga berbagai kebutuhan selama berada di daerah penyelenggara,” ujar Ketua PA GMNI Jawa Timur itu.

Baca Juga:  Peringati HUT ke-14, NasDem Jatim Gelar Aksi Sosial Serentak di 38 Daerah

Efek ekonomi tersebut diharapkan dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Mulai UMKM, hotel dan penginapan, jasa transportasi, usaha kuliner, konveksi, percetakan, penjual perlengkapan olahraga hingga pedagang oleh-oleh dapat ikut mengambil manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan.

“Perputaran ekonomi untuk masyarakat menjadi salah satu nilai penting dari penyelenggaraan event olahraga. Ini komitmen kami dalam menghadirkan rangkaian Soekarno Run di berbagai daerah di Jawa Timur,” tegas Deni yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.

Menurut dia, Banyuwangi dan Blitar memiliki modal kuat untuk mengembangkan konsep tersebut. Banyuwangi dikenal dengan kekayaan destinasi dan agenda pariwisatanya, sedangkan Blitar memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan Bung Karno. Kombinasi olahraga, wisata dan sejarah menjadi salah satu pesan utama yang hendak dibangun melalui ajang ini.

“Penyelenggaraan Soekarno Run menjadi momentum untuk mempertemukan semangat olahraga dengan potensi wisata serta ekonomi kreatif masyarakat setempat, dalam hal ini potensi Banyuwangi dan Blitar yang memiliki karakter yang kuat sebagai daerah dengan kekayaan destinasi, budaya, dan sejarah,” imbuh Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX itu.

Baca Juga:  Dua Pompa di Kalisari Jebol, Eri Cahyadi Imbau Warga Jaga Sungai

Soekarno Run juga tidak hanya diperuntukkan bagi pelari berpengalaman. Masyarakat umum dapat ambil bagian, termasuk pelajar yang mendapatkan kategori khusus. Dengan format tersebut, penyelenggara ingin membuat ajang ini lebih dekat dengan masyarakat dan tidak terkesan sebagai kompetisi eksklusif bagi atlet.

Informasi mengenai kategori lomba dan teknis pendaftaran telah dipublikasikan melalui media sosial resmi Soekarno Run Banyuwangi dan Soekarno Run Blitar. Penyelenggara berharap keterlibatan masyarakat dapat membuat ajang tersebut berkembang menjadi agenda olahraga sekaligus wisata di Jawa Timur.

“Keterbukaan tersebut diharapkan menjadikan Soekarno Run sebagai pesta olahraga masyarakat sekaligus momentum untuk mendorong gaya hidup aktif dan sehat,” pungkas Deni yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT