Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Jenguk Korban, Gubernur Jatim Pastikan Santri Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Membaik

Thejatim.com, SIDOARJO – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjenguk pasien korban dugaan keracunan setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo yang masih menjalani perawatan di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026) pagi.

Gubernur Khofifah menengok satu persatu korban yang tengah mendapatkan perawatan, sekaligus berdialog mengenai kondisi setelah mendapat perawatan. Ia menyampaikan, di RSI Siti Hajar Sidoarjo terdapat 27 pasien yang tengah menjalani perawatan. Namun 24 pasien diantaranya sudah membaik dan boleh pulang.

Baca Juga:  Santri Menembus Ketidakmungkinan

“24 pasien sudah boleh pulang oleh dokternya, namun 3 diantaranya masih harus menjalani observasi. Setiap pasien mengaku mengeluh mual dan pusing, namun keluhan tersebut sudah tak lagi dirasakan,” ujarnya di sela menjenguk korban yang didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Restu Novi Widiani.

Tak hanya memastikan kondisi pasien, Gubernur Khofifah juga memberikan bingkisan kepada para korban yang masih menjalani perawatan, termasuk yang di RSUD Notopuro Sidoarjo dan RS Delta Surya. Bingkisan diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada para pasien selama menjalani proses pemulihan.

Baca Juga:  DPRD Pamekasan Segera Panggil Pemilik Dapur MBG Tlanakan Terkait Dugaan Keracunan Siswa

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh pihak, termasuk setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses penyajian MBG.

“Bahwa kasus ini dimasak diwaktu yang sama dengan format yang sama, namun pengirimannya yang berbeda. Ada yang diantar lebih awal tetap aman, namun yang pengirimannya terlambat ada masalah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sebut Pungutan di SMA Negeri Surabaya atas Izin Gubernur Khofifah

Sebelumnya, pada Rabu (2/9/2026), Jatim Social Care (JSC) Dinsos Jatim turut melakukan pendampingan terhadap para korban selama proses penanganan. Pendampingan dilakukan dengan membantu mobilitas serta memastikan kebutuhan para korban dapat terpenuhi.

Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa JSC terus berkoordinasi dalam memberikan pendampingan kepada korban sesuai kebutuhan korban. “JSC akan terus mendampingi dan memastikan kebutuhan para korban selama proses penanganan dapat terpenuhi dengan baik,” tuturnya.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT