Jumat, 30 Oktober 2026
Image Slider

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Kawal Aspirasi Cipayung Plus

TheJatim.com – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, memberikan apresiasi terhadap aksi unjuk rasa yang digelar organisasi mahasiswa Cipayung Plus Kota Surabaya di depan Gedung DPRD Surabaya, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, aksi yang berlangsung tertib tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa masih memegang peranan penting sebagai pengawal demokrasi dan penjaga kepentingan masyarakat di tengah beragam tantangan nasional yang dihadapi Indonesia.

Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu menilai, tingginya kepedulian mahasiswa terhadap persoalan bangsa menjadi modal sosial yang perlu dijaga bersama.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Surabaya yang tergabung dalam Cipayung Plus karena memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai persoalan bangsa. Yang juga patut diapresiasi, rekan-rekan mahasiswa mampu menjaga Kota Surabaya tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi,” kata Yona usai menemui massa aksi.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Kawal Aspirasi Cipayung Plus

Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan strategis nasional. Mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Yona memastikan, seluruh tuntutan yang disampaikan tidak akan berhenti di tingkat daerah. DPRD Surabaya berkomitmen mengawal dan meneruskan aspirasi tersebut sesuai kewenangan yang dimiliki, termasuk menjembatani komunikasi ke tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Aksi Surabaya Bergerak “TOLAK SURABAYA WATERFRONT LAND”

“Kami di DPRD Kota Surabaya mengapresiasi dan siap mengawal sepenuhnya apa yang menjadi aspirasi serta tuntutan mahasiswa. Aspirasi ini akan kami teruskan dan komunikasikan sesuai kewenangan yang kami miliki,” ujarnya.

Menurutnya, kritik yang lahir dari kalangan mahasiswa merupakan elemen penting dalam sistem demokrasi modern. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai kelompok akademisi, tetapi juga menjadi kontrol sosial yang berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan.

Di tengah berbagai dinamika kebijakan publik yang berkembang, ruang dialog antara pemerintah, lembaga legislatif, mahasiswa, dan masyarakat sipil harus terus diperkuat agar setiap program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Mahasiswa adalah bagian dari kontrol sosial yang memiliki peran penting dalam mengingatkan seluruh penyelenggara negara. Aspirasi yang disampaikan secara tertib dan konstruktif tentu menjadi masukan yang berharga bagi perbaikan kebijakan publik,” tegasnya.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam aksi tersebut adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas nasional yang menyasar pelajar di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:  Aliansi BEM Surabaya Gelar Mimbar Bebas Peringatan Hari HAM 2025

Cak Yebe menegaskan, DPRD Surabaya akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar implementasi program tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menilai, setiap masukan yang disampaikan mahasiswa harus dipandang sebagai bagian dari upaya menyempurnakan tata kelola program, bukan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

“Kami akan terus mengawal berbagai program pemerintah, termasuk revitalisasi tata kelola MBG. Jika ditemukan kendala atau persoalan di lapangan, DPRD siap bersama masyarakat dan mahasiswa mendorong perbaikan demi kepentingan rakyat,” kata mahasiswa Program Doktoral Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo Surabaya tersebut.

Selain itu, Cak Yebe juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang dinilai berhasil menerapkan pendekatan humanis selama pengamanan aksi berlangsung.

Ia menyebut pola pengamanan yang mengedepankan dialog mampu menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif tanpa mengurangi substansi penyampaian aspirasi.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolrestabes Surabaya beserta seluruh jajaran yang telah bersikap humanis dalam melakukan pengamanan aksi massa. Pendekatan yang mengedepankan dialog dan pengayoman membuat penyampaian aspirasi mahasiswa hari ini dapat berjalan tertib, aman, dan lancar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Periksa Hewan Kurban Demi Pastikan Aman dari PMK dan LSD

Cak Yebe menilai sinergi yang terbangun antara mahasiswa, DPRD, dan aparat keamanan menjadi contoh praktik demokrasi yang sehat di Kota Surabaya.

Kota Pahlawan, lanjut dia, selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat partisipasi publik yang cukup tinggi dalam proses pembangunan daerah. Kondisi tersebut perlu terus dijaga agar perbedaan pandangan tidak berubah menjadi konflik sosial.

Ia berharap budaya dialog yang terbuka tetap dipertahankan untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Surabaya telah menunjukkan bahwa demokrasi bisa berjalan dengan baik. Mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya secara terbuka, DPRD menerima dan mengawal aspirasi tersebut, sementara aparat keamanan menjalankan tugasnya secara profesional dan humanis,” ujarnya.

Lebih jauh, Cak Yebe mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan di tengah beragam perbedaan yang ada.

Sebab, menurutnya, pembangunan daerah dan penguatan demokrasi hanya dapat berjalan beriringan apabila seluruh pihak mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak tetap mengedepankan dialog, menjaga persatuan, dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk masyarakat,” pungkas Cak Yebe.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Baca Juga
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Terbaru
ADVERTISEMENT